Advertisement
Pemerintahan

Keluhan Nelayan di Surabaya Terkait Bahan Bakar, Eri Cahyadi: Pemkot Akan Bangun Pom Mini

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi sebut kebutuhan utama yang dibutuhkan nelayan adalah bahan bakar. Namun, tidak semua nelayan menggunakan bahan bakar solar, ada pula nelay ...

TIMES Indonesia,
Keluhan Nelayan di Surabaya Terkait Bahan Bakar, Eri Cahyadi: Pemkot Akan Bangun Pom Mini
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi bersama para nelayan usai menyerahkan alat bantu tangkap ikan. (Foto: Dok. Pemkot Surabaya)
A-AA+

SURABAYA Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi sebut kebutuhan utama yang dibutuhkan nelayan adalah bahan bakar. Namun, tidak semua nelayan menggunakan bahan bakar solar, ada pula nelayan yang menggunakan bahan bakar dengan jenis yang lain.

Sehingga, para nelayan yang menggunakan bahan bakar tersebut, harus membeli eceran dan merogoh kocek yang lebih besar daripada nelayan yang menggunakan solar.

Advertisement

“Kalau bahan bakar yang solar, insyaallah kita sudah kerjasama dengan kementerian untuk membentuk pom mini. Yang boleh mengambil solar adalah khusus nelayan. Tapi yang bensin ini, saya tanya beli dimana? Mereka bilang, beli eceran karena di pom bensin tidak boleh membeli dengan jerigen,” ujar Wali Kota Eri usai menyerahkan alat bantu tangkap ikan kepada para nelayan, Selasa (21/5/2024).

Karenanya, ia mengaku bahwa yang terpenting dalam waktu dekat ini adalah harga bahan bakar untuk perahu para nelayan. Ia pun berencana untuk melakukan kerjasama dengan Pertamina terkait proses pembelian bahan bakar untuk nelayan.

“Pemerintah akan melakukan subsidi terhadap harga tadi. Kalaupun tidak diperbolehkan, maka pemkot akan membangun pom mini yang ambil dari Pertamina. Insyaallah, semoga kalau kita bisa koordinasi dengan Pertamina, di bulan depan sudah bisa jalan, nanti pemerintah akan mensubsidi dengan jumlah bensinnya,” kata dia.

Jika upaya Wali Kota Eri berhasil, dia meminta para koordinator nelayan untuk bertanggung jawab atas pengeluaran bahan bakar mereka.

“Karena saya ingin memberikan pembelajaran, jadi koordinator nanti akan bertanggung jawab terhadap keluarnya bensin. Harus ada kejujuran, kalau 10 L, iya harus 10 L. Di laut cuma butuh 50 L, iya harus 50 L. Tidak semua dihitung, kalau dia tidak melaut,” tuturnya.

Advertisement

Ia melanjutkan, dengan membeli bahan bakar yang lebih mahal dari harga normal itu, para nelayan harus menekan beberapa kebutuhan mereka yang lain.

“Selama ini mereka belinya ke eceran, harganya Rp12.000. Insyaallah di bulan depan, jika saya sudah bekerja sama dengan Pertamina atau subsidinya bagaimana nanti, nelayan tetap mendapatkan harga Rp10.000 seperti beli di pom bensin,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam kunjungannya kali ini Wali Kota Eri memberikan bantuan berupa alat bantu tangkap ikan berupa paket mesin perahu, jaring, serta baling-baling perahu kepada para nelayan yang bertujuan agar para nelayan dapat meningkatkan penghasilannya.

Dalam pelaksanaannya, terdapat dua lokasi yakni, di Jalan Kejawen Lor Gang 5/26, Kelurahan Kenjeran, Kecamatan Bulak Kota Surabaya dan Jalan Tambak Wedi Barat, Kelurahan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran Kota Surabaya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Siti Nur Faizah
PenulisSiti Nur FaizahSarjana Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember. Jurnalis TIMES Indonesia di Surabaya sejak 2021. Aktif menulis di Pemerintahan, Politik, Hukum, Pendidikan, Seni, Budaya dan Isu Nasional
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia