Advertisement
Pendidikan

Kasus Bunuh Diri di Malang Kembali Terjadi, Psikolog Soroti Peran Lingkungan dan Kesehatan Mental

Kasus bunuh diri di Malang kembali terjadi. Psikolog menekankan pentingnya dukungan lingkungan dan perhatian terhadap kesehatan mental.

TIMES Indonesia,
Kasus Bunuh Diri di Malang Kembali Terjadi, Psikolog Soroti Peran Lingkungan dan Kesehatan Mental
ILUSTRASI kasus bunuh diri disebabkan karena seseorang merasa tidak berharga. (FOTO: Prohealth.id)
A-AA+

MALANG Masyarakat Malang kembali dikejutkan oleh kasus dugaan bunuh diri yang dilakukan seorang mahasiswa dengan melompat dari lantai 11 sebuah hotel di kawasan Soekarno Hatta pada Rabu (25/3/2026). Peristiwa ini menambah daftar kasus serupa yang belakangan menjadi perhatian publik.

Pakar Psikologi dari Universitas Muhammadiyah Malang, Putri Saraswati, menjelaskan bahwa tindakan bunuh diri umumnya tidak terjadi secara tiba-tiba. Banyak individu yang mengalami perasaan tidak berharga dan tidak diterima di lingkungannya sebelum sampai pada titik tersebut.

Advertisement

Menurutnya, kondisi itu dapat berkembang menjadi krisis dalam diri, di mana seseorang merasa tidak mampu menghargai dirinya sendiri maupun diterima oleh orang lain.

“Mereka merasa tidak pantas dan tidak diterima oleh lingkungan, hingga akhirnya merasa tidak mampu,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (30/3/2026).

Putri menjelaskan, ada berbagai faktor yang membuat seseorang merasa “berharga”, seperti kasih sayang, pengakuan, atau posisi tertentu. Ketika hal-hal tersebut hilang, individu bisa kehilangan motivasi untuk berkembang.

“Jika seseorang merasa dihargai karena disayangi atau memiliki peran tertentu, lalu itu hilang, maka keinginan untuk tumbuh bisa ikut hilang,” jelasnya.

Ia menambahkan, faktor pemicu bunuh diri sangat beragam, mulai dari masalah percintaan, keluarga, hingga tekanan akademik. Namun, inti persoalannya adalah ketidakmampuan individu dalam menghadapi dan mengelola masalah.

Advertisement

Kondisi tersebut membuat seseorang lebih rentan mengalami stres, putus asa, hingga depresi, serta cenderung menutup diri dari solusi yang sebenarnya ada di sekitarnya.

Selain faktor internal, lingkungan juga memiliki peran besar dalam memengaruhi kesehatan mental seseorang. Lingkungan yang tidak suportif dapat memperburuk kondisi, sementara lingkungan yang penuh perhatian dan kasih sayang dapat menjadi penopang untuk bangkit.

“Perlakuan yang lembut, penuh kasih sayang, perhatian, dan saling menghormati di dalam keluarga dapat menjadi penenang ketika seseorang menghadapi masalah,” tutupnya.(*)

 

Informasi dalam artikel ini tidak untuk menginspirasi atau mempromosikan tindakan bunuh diri sebagai solusi dari permasalahan hidup. Bunuh diri adalah tindakan serius yang dapat mengakhiri nyawa seseorang dan meninggalkan dampak emosional yang mendalam bagi keluarga dan orang-orang terdekat.

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami masa sulit, dilanda depresi, atau merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat penting untuk segera mencari bantuan dan dukungan. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat diambil:

Hubungi dokter kesehatan jiwa: Segera menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan terdekat, seperti puskesmas atau rumah sakit. Mereka akan memberikan bantuan profesional dan penanganan yang sesuai. 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Miranda Lailatul Fitria
PenulisMiranda Lailatul FitriaSarjana Hukum Universitas Brawijaya. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2025. Meliput berbagai topik, termasuk pendidikan, hukum, dan budaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia