Advertisement
Peristiwa Daerah

Air Berbau BBM di Kota Kediri, Berikut Hasil Temuan Pertamina

Kondisi air sumur yang berbau mirip bahan bakar minyak (BBM) di 14 rumah warga RT 5 RW 2 Kelurahan Tempurejo, Kota Kediri, menemui titik terang.  ... ...

TIMES Indonesia,
Air Berbau BBM di Kota Kediri, Berikut Hasil Temuan Pertamina
SPBU Tempurejo yang berada di samping pemukiman warga (Foto: yobby/TIMES Indonesia)
A-AA+

KEDIRI Kondisi air sumur yang berbau mirip bahan bakar minyak (BBM) di 14 rumah warga RT 5 RW 2 Kelurahan Tempurejo, Kota Kediri, menemui titik terang. 

Section Head Communication and Relation Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Taufiq Kurniawan mengungkapkan dari sejumlah pengujian yang telah dilakukan Pertamina pada SPBU Tempurejo, memang ditemukan indikasi kebocoran. 

Advertisement

Sebelumnya selama proses pengujian dan penelitian, SPBU Tempurejo ditutup operasionalnya. Sementara sumur warga yang terdampak ditutup rapat atau disegel. 

SPBU tersebut berada tepat disamping area pemukiman warga yang terdampak. 

"Saat dilakukan pressure test dan pneumatic test, untuk pipa Pertamax dari tangki pendam ke dispenser terdapat perubahan tekanan yang mengindikasikan ada rembesan," tuturnya, Senin (02/10/2023). 

Untuk mengetahui letak titik pasti dan penyebab, menurut Taufiq masih dalam penelitian pihak independen yang disepakati sebelumnya bersama warga.  Taufiq juga  menegaskan pihaknya akan memastikan kewajiban kompensasi dijalankan. "Pertamina akan memastikan SPBU menjalankan hal tersebut,"tegasnya. 

Selama proses tersebut, SPBU akan merampungkan treatment, saat bersamaan air di sumur warga akan dikosongkan. Hal itu untuk memastikan air warga kembali normal saat SPBU kembali beroperasi nanti. Selama ini, pihak Pertamina dan SPBU telah turut memberikan bantuan air bersih dan air minum kepada warga yang terdampak. 

Advertisement

Taufiq menuturkan, Pertamina sendiri memiliki SOP, untuk melakukan pemeriksaan berkala setiap 4 tahun pada setiap fasilitas SPBU mereka termasuk pipa dan tangki pendam. "Ini musibah, yang belum mencapai waktu pengecekan," tambahnya. 

Sementara itu pemilik SPBU Arif Mintojo mengungkapkan pihaknya meminta maaf kepada warga terdampak. "Untuk kedepan, SPBU akan berkoordinasi dengan warga setempat,"tuturnya. 

Sebelumnya Wali Kota Kediri Abdullah Bakar  menjelaskan hasil sementara dari sampel air yang diteliti ITS, ditemukan adanya kandungan petrolium hidrokarbon. Tim dari ITS  juga melakukan penelitian geolistrik untuk memastikan daerah yang diduga terdampak. 

"Sebagai pembanding. Tim ITS tengah mendalami untuk mengetahui sumber pencemaran. Setelah ketemu akan diperbaiki lalu setelah itu kita recovery untuk lingkungannya," tambah Wali Kota Kediri.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia