Advertisement
Entertainment

Before Sunset BRI Jazz Gunung Bromo, Berikan Kehangatan di Tengah Dinginnya Pegunungan

Before Sunset BRI Jazz Gunung Bromo 2026 di Probolinggo berlangsung meriah di tengah suhu 14 derajat Celsius. Dimeriahkan Plutato hingga Bilal Indrajaya.

TIMES Indonesia,
Before Sunset BRI Jazz Gunung Bromo, Berikan Kehangatan di Tengah Dinginnya Pegunungan
Penampilan hangat Bilal Indrajaya di Before Sunset BRI Jazz Gunung Bromo. (FOTO: Miranda/TIMES Indonesia)
A-AA+

PROBOLINGGO Ajang BRI Jazz Gunung Bromo 2026 menghadirkan program khusus Before Sunset yang mengajak penonton menikmati alunan musik jazz menjelang matahari terbenam. Kegiatan ini berlangsung di Amfiteater Jiwa Jawa Resort, Kabupaten Probolinggo, Jumat (24/7/2026).

Meski diterpa suhu dingin pegunungan Bromo yang mencapai 14 derajat Celsius, antusiasme penonton tetap tinggi hingga menghangatkan suasana festival.

Advertisement

Berlatarkan pemandangan hamparan pegunungan Bromo, acara dibuka oleh penampilan dari Bromo Jazz Camp. Suasana meriah namun syahdu mengiringi pertunjukan perdana hari pertama tersebut.

Tidak hanya musisi lokal, panggung Before Sunset juga dimeriahkan oleh penampilan musisi asal Taiwan, Plutato feat Cait Lin. Kendati menggunakan bahasa asing, penampilan mereka tetap menyatu dengan esensi dan atmosfer Jazz Gunung.

Beberapa lagu yang dibawakan di antaranya berjudul Women Crosses the Street, Syzygy, Lei, Innocentia, Underneath, Nardis, Colours in the Sky, Fresh Air, dan Sky Full of Satellites.

Vokalis grup tersebut, Cait Lin, mengungkapkan rasa gembiranya saat diundang tampil di BRI Jazz Gunung Bromo. Menurutnya, kesempatan ini menjadi pengalaman perdana yang memberikan kesan mendalam.

“Saya sudah pernah ke Bandung, Bali, Jakarta, dan ini pertama kalinya tampil di Bromo Jazz, thank you for having us,” ucapnya dari atas panggung.

Advertisement

Menjelang Magrib, giliran Bilal Indrajaya naik panggung dengan karakter vokal yang khas. Pada momen ini, area tribun terpantau makin dipadati penonton. Sorak-sorai dan lantunan nyanyian penonton yang dipandu oleh Bilal turut memeriahkan suasana.

“Selamat sore semuanya, saya Bilal, dan ini adalah pertama kalinya saya tampil di Jazz Bromo,” ujar Bilal menyapa penonton.

Sejumlah lagu hits turut dibawakan Bilal, di antaranya NPT, Dara, Mustahil, Kaos Kaki Merah, Akhir Pekan yang Hilang, Ruang Kecil, Saujana, Kau, Biar, dan Niscaya.

Bagi Bilal, BRI Jazz Gunung Bromo menyajikan atmosfer yang ramai namun tetap intim (intimate). Selain itu, ia mengapresiasi ketertiban penonton yang hadir menikmati sajian musik.

“Suasananya sangat ramai tapi intimate, karena pengunjung yang datang benar-benar menikmati musiknya,” kata Bilal saat ditemui di belakang panggung.

Ia berharap ajang BRI Jazz Gunung Bromo terus diselenggarakan dan konsisten menghadirkan regenerasi musisi setiap tahunnya.

Rangkaian Before Sunset ini menjadi pembuka sebelum dilanjutkan dengan konser utama BRI Jazz Gunung Bromo 2026 yang menghadirkan sederet musisi nasional. Perpaduan musik, alam, budaya, serta keterlibatan pelaku ekonomi kreatif menjadikan festival ini tidak hanya sekadar ajang hiburan, melainkan juga ruang untuk memperkuat pariwisata daerah. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Miranda Lailatul Fitria
PenulisMiranda Lailatul FitriaSarjana Hukum Universitas Brawijaya. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2025. Meliput berbagai topik, termasuk pendidikan, hukum, dan budaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia