Tukar Kado Lebaran Jadi Tren Baru, Ramaikan Momen Silaturahmi di Bondowoso
Tukar kado Lebaran menjadi tren baru di kalangan masyarakat, termasuk di Bondowoso, untuk meramaikan momen silaturahmi saat Idulfitri.
BONDOWOSO – Perayaan Idulfitri tidak hanya identik dengan silaturahmi dan hidangan khas Lebaran. Belakangan ini, muncul tren baru di kalangan masyarakat, khususnya anak muda dan keluarga muda, yakni kegiatan tukar kado Lebaran.
Tradisi ini biasanya dilakukan saat acara kumpul keluarga, halal bihalal, atau pertemuan bersama teman dan rekan kerja. Setiap peserta diminta membawa satu kado dengan nilai tertentu yang kemudian ditukar secara acak atau melalui permainan sederhana.
Di Bondowoso, tren ini tidak hanya digemari kalangan muda. Sejumlah kelompok ibu-ibu juga kerap melakukan kegiatan serupa dalam pertemuan mereka.
Kegiatan tukar kado tidak selalu dilakukan tepat pada hari Lebaran. Beberapa kelompok bahkan melaksanakannya menjelang Idulfitri sebagai bagian dari kegiatan berkumpul bersama.
Salah satu warga Bondowoso, Vida (29), mengatakan kegiatan tukar kado membuat suasana pertemuan menjadi lebih meriah. Menurutnya, selain mempererat kebersamaan, kegiatan tersebut juga menghadirkan kejutan yang menyenangkan.
“Biasanya setelah makan dan ngobrol, kami tukar kado. Seru karena tidak tahu dapat hadiah apa. Kadang isinya unik-unik,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).
Sebelum kegiatan berlangsung, para peserta biasanya menyepakati nilai maksimal kado yang dibawa. “Kalau saya sih nilainya maksimal Rp20 ribu,” ungkapnya.
Ia menambahkan, dalam kegiatan tersebut yang lebih diutamakan bukan nilai hadiah, melainkan kebersamaan, silaturahmi, dan kekompakan antar peserta.
Tren ini juga banyak dipopulerkan melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok. Banyak warganet membagikan ide konsep tukar kado Lebaran, mulai dari tema hadiah lucu, kado bermanfaat, hingga permainan untuk menentukan siapa yang mendapatkan hadiah tertentu.
Tidak jarang kegiatan tukar kado disertai aturan khusus, seperti batas harga hadiah atau konsep tertentu yang membuat peserta semakin penasaran dengan isi kado.
Menurut Vida, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk adaptasi dalam merayakan Lebaran agar lebih interaktif dan menyenangkan. Meski demikian, nilai utama Idulfitri seperti saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan berbagi tetap menjadi inti dari perayaan tersebut.
“Dengan konsep sederhana namun penuh kejutan, tukar kado Lebaran menjadi salah satu cara baru meramaikan momen kebersamaan saat Hari Raya,” pungkas perempuan yang berprofesi sebagai guru itu.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

