Advertisement
Hukum dan Kriminal

Menunggu Hasil Tes DNA untuk Pastikan Orang Tua Bayi yang Dibuang di Bondowoso

Jenazah bayi yang ditemukan di gazebo di Binakal Bondowoso pada 19 Maret lalu memang sudah dimakamkan, tapi perkara hukum yang akan menjerat orang tua masih terus diproses.

TIMES Indonesia,
Menunggu Hasil Tes DNA untuk Pastikan Orang Tua Bayi yang Dibuang di Bondowoso
Proses pemakaman bayi yang diduga dibuang oleh orang tuanya di Kabupaten Bondowoso (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)
A-AA+

BONDOWOSO Jenazah bayi yang ditemukan di gazebo di Binakal Bondowoso pada 19 Maret lalu memang sudah dimakamkan, tapi perkara hukum yang akan menjerat orang tua masih terus diproses. 

Jenazah bayi perempuan itu dimakamkan di kompleks pemakaman milik RSUD dr. Koesnadi Bondowoso, di Desa Locare Kecamatan Curahdami, Sabtu (28/3/2026).

Advertisement

Berdasarkan informasi dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB), saat ini sudah ada terduga pelaku. Bahkan saat ini masih menunggu hasil tes DNA untuk memastikan orang tua korban. 

“Informasi yang saya dapatkan, sudah ada yang diduga kuat sebagai orang tua bayi,” kata Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso, dr. Mohammad Imron, Senin (30/3/2026) kemarin. 

Menurutnya, pihaknya masih menunggu hasil tes DNA, apakah ada kecocokan antara korban dengan diduga orang tua yang melakukan tindakan pidana pembuangan jenazah bayi tersebut. 

Ia belum mendapatkan informasi lebih lanjut, apakah diduga orang tua yang dites DNA itu adalah ibu atau ayahnya. 

"Saya belum punya data detailnya, karena itu masih disimpan oleh PPA Polres, saya belum tahu, apakah yang diambil yang laki, apakah bapak atau ibu, kita tunggu aja," ujarnya. 

Advertisement

Sementara diberitakan sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Bondowoso, Iptu Wawan Triono mengatakan, tim forensik menemukan adanya gumpalan darah di bagian kepala bayi. Namun demikian, temuan tersebut belum bisa dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya tindak kekerasan.

Menurut keterangan dokter forensik, gumpalan darah tersebut masih berpotensi terjadi dalam proses persalinan, misalnya akibat benturan atau kondisi saat bayi dilahirkan.

“Belum dapat dipastikan apakah itu akibat kekerasan atau faktor lain dalam proses kelahiran,” tambahnya.

Hingga kini, kepolisian masih terus melakukan penyelidikan, termasuk menelusuri identitas ibu kandung bayi serta kemungkinan adanya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

Di balik prosesi pemakaman yang telah usai, kasus ini masih menyimpan misteri yang menunggu untuk diungkap. “Mohon doa ya, segera menemukan titik terang,” ujarnya.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia