Advertisement
Hukum dan Kriminal

Anaknya Nyaris Jadi Korban Begal, Orang Tua Mahasiswi UNEJ Asal Bondowoso Alami Trauma

Peristiwa yang menimpa Aurel Aulia Faramesti di jalan sepi Desa Pancoran, Kabupaten Bondowoso, Kamis (21/5/2026) malam, meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga.

TIMES Indonesia,
Anaknya Nyaris Jadi Korban Begal, Orang Tua Mahasiswi UNEJ Asal Bondowoso Alami Trauma
Ilustrasi dugaan aksi begal dengan korban seorang mahasiswi UNEJ asal Kabupaten Bondowoso (FOTO: pixabay).
A-AA+

BONDOWOSO Peristiwa yang menimpa Aurel Aulia Faramesti di jalan sepi Desa Pancoran, Kabupaten Bondowoso, Kamis (21/5/2026) malam, meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga. 

Kabar dugaan aksi begal yang dialami mahasiswi Universitas Jember (UNEJ) asal Desa Jetis, Kecamatan Curahdami itu membuat sang ayah, Abdul Hadi, langsung panik dan bergegas menuju lokasi kejadian.

Advertisement

Hadi mengatakan, dirinya mengetahui insiden tersebut setelah mendapat telepon dari istrinya. Saat itu, sang istri sedang berada di rumah sakit menjaga anggota keluarga lain ketika menerima kabar dari Aurel yang baru saja ditolong warga sekitar.

“Begitu dapat kabar, saya langsung menuju lokasi,” jelas Hadi, Senin (25/5/2025). 

Ia berangkat bersama salah satu kerabat menggunakan sepeda motor menuju tempat kejadian perkara. Namun sesampainya di lokasi, kondisi putrinya membuat dirinya terpukul.

“Perasaan saya campur aduk. Kaget, sedih, semuanya jadi satu,” ujarnya lirih.

Menurut Hadi, putrinya sebenarnya jarang pulang malam dari Jember, tempatnya menempuh pendidikan kuliah. Biasanya Aurel sudah tiba di rumah pada sore hari. 

Advertisement

Karena itu, kejadian yang terjadi sekitar pukul 19.30 WIB tersebut di luar kebiasaan keluarga.

“Kalau pulang malam itu hampir tidak pernah,” ungkapnya.

Sebelum berangkat dari Jember menuju Bondowoso, Aurel juga sempat memberi kabar kepada ibunya seperti biasanya. Keluarga sama sekali tidak memiliki firasat buruk karena korban memang kerap bepergian sendiri saat pulang kuliah.

Meski begitu, pasca kejadian tersebut keluarga kini lebih waspada dan tidak lagi mengizinkan Aurel bepergian hingga malam hari.

“Sekarang saya minta kalau pulang ya siang atau sore saja,” tegas Hadi.

Usai kejadian, keluarga langsung melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian. Korban juga telah menjalani visum untuk kepentingan penyelidikan.

Hadi berharap aparat segera mengungkap dan menangkap pelaku agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan membuat masyarakat resah.

“Sudah lapor polisi dan visum juga sudah dilakukan. Semoga pelakunya cepat tertangkap,” pungkasnya.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia