Kuliah Tamu MARS UMY di Ma'had Aly At-Tarmasi Pacitan, Santri Diedukasi Bahaya Vape
Edukasi soal bahaya rokok elektrik dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat menjadi fokus kuliah tamu.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
PACITAN – Edukasi soal bahaya rokok elektrik dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat menjadi fokus kuliah tamu Program Pengabdian Masyarakat Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Ma’had Aly At-Tarmasi, Pondok Tremas, Pacitan, Sabtu (4/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lantai 2 gedung perkuliahan itu tak sekadar penyampaian materi saja.
Para santri juga menjalani pemeriksaan kesehatan serta praktik langsung bantuan hidup dasar (BHD) sebagai bekal menghadapi situasi kegawatdaruratan.
Dosen pembimbing kegiatan, Prof. Dr. dr. Alina Dewi, M.Kes, menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan Ma’had Aly At-Tarmasi menjadi lokasi pengabdian masyarakat mahasiswa MARS UMY.

Menurutnya, edukasi seperti ini penting karena masih banyak yang menganggap vape sebagai alternatif aman.
“Vape itu tidak aman. Rokok elektronik menghasilkan aerosol berbahaya yang bisa merusak paru-paru, menyebabkan ketergantungan, menurunkan fungsi paru, hingga meningkatkan risiko penyakit paru,” ujarnya.
Selain paparan materi, mahasiswa MARS UMY juga mengajak santri lebih peka terhadap kondisi darurat.
Mereka dilatih mengenali tanda-tanda kegawatdaruratan hingga praktik penanganan awal melalui simulasi BHD.
Mewakili Mudir Ma’had Aly At-Tarmasi KH Luqman Harits Dimyathi, Zanuar Mubin menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap program serupa tidak berhenti di satu momentum saja.

“Kami mengucapkan terima kasih. Semoga kegiatan ini bisa berlanjut dengan cakupan yang lebih luas, menyasar seluruh santri dan mahasantri agar semakin melek kesehatan,” katanya.
Program pengabdian masyarakat tersebut diharapkan memberi dampak nyata, tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk kesadaran santri tentang pentingnya menjaga kesehatan dan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat di lingkungan pesantren. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

