GRIB JAYA Kabupaten Malang Siap Kawal Program Bongkar Raton Demi Swasembada Gula Nasional
Program Bongkar Raton diharapkan tidak hanya mempercepat regenerasi tanaman tebu, tetapi juga memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan swasembada gula nasional.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) JAYA Kabupaten Malang menyatakan komitmennya untuk ikut mengawal pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN) Bongkar Raton Tebu Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya pemerintah mempercepat terwujudnya swasembada gula nasional.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui sosialisasi Program Bongkar Raton yang digelar di Kecamatan Dampit, Kamis (23/7/2026). Kegiatan itu melibatkan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, CV Langbuana sebagai penyedia bibit, kepala desa, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), penyuluh pertanian, serta para petani tebu.
Ketua DPC GRIB JAYA Kabupaten Malang, Damanhury Jab, mengatakan organisasi yang dipimpinnya ingin mengambil peran nyata dalam menyukseskan program pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan penguatan ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, Kabupaten Malang merupakan salah satu sentra produksi tebu terbesar di Jawa Timur sehingga memiliki posisi strategis dalam mendukung target swasembada gula yang tengah dicanangkan pemerintah.
"GRIB JAYA Kabupaten Malang mendukung penuh Program Strategis Nasional Bongkar Raton Tahun 2026. Program ini harus menjadi gerakan bersama antara pemerintah, petani, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat agar target swasembada gula nasional dapat tercapai," ujarnya.
Damanhury menegaskan dukungan GRIB JAYA tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. Organisasi tersebut akan menggerakkan seluruh jaringannya, terutama di wilayah Malang Selatan, untuk membantu menyampaikan informasi kepada petani mengenai manfaat serta mekanisme Program Bongkar Raton.
Ia berharap semakin banyak petani memanfaatkan program tersebut sehingga produktivitas kebun tebu rakyat terus meningkat.
"Kami mengajak seluruh jajaran GRIB JAYA untuk turun langsung ke masyarakat, membantu petani memahami program ini dan mendorong mereka memanfaatkan bantuan yang telah disiapkan pemerintah," katanya.
Sementara itu, PIC CV Langbuana Malang, Imam Syafi'i, menjelaskan setiap petani yang lolos sebagai penerima manfaat Program Bongkar Raton akan memperoleh bantuan bibit tebu sebanyak 60.000 mata tunas serta bantuan biaya Hari Orang Kerja (HOK) sebesar Rp4 juta per hektare.
Ia mengatakan pendaftaran calon penerima manfaat masih dibuka hingga September 2026, sedangkan distribusi bibit akan dilakukan secara bertahap sampai November 2026.
Imam berharap bantuan tersebut mampu mempercepat peremajaan tanaman tebu sehingga produktivitas kebun meningkat dan mendukung target swasembada gula nasional.
Di sisi lain, Damanhury juga berharap peningkatan produksi tebu di Kabupaten Malang diikuti penguatan sektor industri gula.
Menurutnya, pemerintah perlu mempertimbangkan penambahan kapasitas maupun pengembangan pabrik gula agar hasil panen petani dapat terserap secara maksimal.
"Bila produksi tebu terus meningkat, kami berharap kapasitas industri gula juga diperkuat. Dengan begitu hasil panen petani terserap optimal, antrean musim giling berkurang, dan kesejahteraan petani ikut meningkat," pungkasnya.
Melalui keterlibatan berbagai pihak, termasuk organisasi kemasyarakatan, Program Bongkar Raton diharapkan tidak hanya mempercepat regenerasi tanaman tebu, tetapi juga memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan swasembada gula nasional.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


