Advertisement
Kesehatan

Dokter Spesialis Mata: Obat Tetes Tak Bisa Sembuhkan Katarak

Dokter spesialis mata dr. Amir Shidik menegaskan bahwa katarak hanya bisa disembuhkan melalui operasi. Ada berbagai faktor risiko, teknik operasi modern, hingga pelurusan mitos katarak.

TIMES Indonesia,
Dokter Spesialis Mata: Obat Tetes Tak Bisa Sembuhkan Katarak
Ilustrasi. Periksa kesehatan mata. (Foto: Freepik)
A-AA+

Jakarta Dokter spesialis mata subspesialis katarak dan bedah refraksi, dr. Amir Shidik, Sp.M, Subsp. K.B.R, menekankan bahwa gangguan penglihatan akibat katarak tidak dapat hilang hanya dengan penggunaan obat tetes mata.

Dalam sebuah diskusi kesehatan di Jakarta, Rabu (8/4/2026), dr. Amir menjelaskan bahwa obat tetes mata yang beredar saat ini paling maksimal hanya berfungsi untuk menghambat perkembangan keparahan penyakit, namun bukan untuk menyembuhkan.

Advertisement

“Enggak ada obat tetes yang efektif menghilangkan katarak, paling hanya menghambat progresivitasnya. Operasi adalah satu-satunya jalan,” tegas dr. Amir.

Faktor Risiko dan Keunggulan Operasi Modern

Katarak dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari faktor usia lanjut, paparan sinar ultraviolet (UV), riwayat trauma mata, hingga riwayat operasi atau peradangan mata (Uveitis). Selain itu, gaya hidup seperti obesitas, merokok, konsumsi alkohol, serta penyakit penyerta seperti diabetes juga menjadi pemicu utama.

Meski menjadi penyebab utama gangguan penglihatan, katarak merupakan kondisi yang dapat diperbaiki. Melalui prosedur operasi, lensa mata yang keruh akan diangkat dan diganti dengan lensa baru agar penglihatan pasien kembali jernih.

Dokter lulusan Universitas Indonesia ini menambahkan bahwa teknologi medis saat ini telah berkembang pesat. Jika dahulu operasi katarak membutuhkan sayatan hingga 15 mm dan banyak jahitan, kini prosedurnya jauh lebih sederhana.

“Dampak sosialnya, pasien katarak sering terlihat bengong atau tatapan kosong karena enggak ada yang bisa dilihat. Setelah operasi, ekspresi mukanya berubah, jadi lebih sering senyum dan berinteraksi,” ungkapnya.

Advertisement

Meluruskan Mitos di Masyarakat

Lebih lanjut, dr. Amir juga menepis sejumlah persepsi keliru atau mitos yang sering menghalangi pasien untuk menjalani operasi. Salah satunya adalah anggapan mengerikan bahwa bola mata harus dicopot untuk dibersihkan kemudian dipasang kembali.

Ia juga meluruskan kekhawatiran masyarakat mengenai aktivitas ibadah pascaoperasi. Banyak pasien yang takut tidak bisa melakukan sujud atau gerakan salat setelah tindakan.

“Masalah ibadah, banyak yang takut habis operasi enggak bisa sujud atau salat. Padahal dengan operasi justru ibadah jadi lebih nyaman. Operasi sekarang cepat, cuma 10-15 menit, biusnya cuma ditetes, enggak perlu dijahit, dan mata bisa langsung dibuka,” pungkas dr. Amir. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia