Seri Kedua Final Four Proliga 2026, LavAni Transmedia bungkam Bhayangkara Presisi
Kemenangan ini mempertegas dominasi tim asuhan David Lee di babak final four seri kedua, sekaligus menjadi ujian berat bagi Bhayangkara Presisi dalam perebutan tiket grand final.
SOLO – Duel bertajuk Big Match antara dua raksasa voli putra Indonesia tersaji pada laga seri kedua Final Four Proliga 2026 di GOR Sritex Arena, Solo, pada Kamis (9/4/2026) malam.
Jakarta LavAni Livin' Transmedia sukses memetik kemenangan krusial setelah menumbangkan Jakarta Bhayangkara Presisi dengan skor 3-1 (26-24, 25-21, 19-25, 25-20).
Kemenangan ini mempertegas dominasi tim asuhan David Lee di babak final four seri kedua, sekaligus menjadi ujian berat bagi Bhayangkara Presisi dalam perebutan tiket grand final.
Laga Ketat Empat Set
Sejak peluit pertama dibunyikan, Bhayangkara Presisi langsung tancap gas. Skuad inti yang dipimpin Nizar Zulfikar dan juru gedor Bardia Saadat sempat memegang kendali permainan hingga unggul 10-7.
Namun, LavAni perlahan bangkit melalui aksi ciamik Boy Arnes dan Hendra Kurniawan yang merapatkan jarak menjadi 14-15 di pertengahan set
Memasuki poin kritis, tensi pertandingan meningkat. Bhayangkara sempat memimpin 23-22, namun LavAni berhasil memaksakan deuce pada kedudukan 24-24.
Ketenangan Dio Zulfikri dalam mengatur serangan akhirnya membawa LavAni mencuri set pembuka dengan kemenangan tipis 26-24.
Pertarungan sengit berlanjut di set kedua. Kedua tim berbagi angka sama kuat dari 2-2 hingga 9-9. LavAni baru mulai menemukan celah di pertengahan set dengan memimpin 17-15.
Meski Rendy Tamamilang dkk terus berusaha memperkecil margin, LavAni tetap menjaga konsistensi hingga angka 20-18.
Di penghujung set, kesalahan sendiri dari kubu Bhayangkara menguntungkan lawan. Sebuah smes menggelegar dari George Grozer yang gagal dibendung lawan memastikan kemenangan set kedua bagi LavAni dengan skor 25-21.
Tertinggal dua set, pelatih Reidel Toiran melakukan evaluasi cepat. Instruksinya terbukti ampuh; Bhayangkara Presisi melesat unggul 6-1 di awal set ketiga. Koordinasi pertahanan yang digalang Abhinaya dan Gumilar kian solid, membuat LavAni tertahan di angka 5-8.
Dominasi Bhayangkara berlanjut hingga pertengahan set dengan skor 16-10. Meski LavAni mencoba mengejar hingga 19-23, kepercayaan diri pemain Bhayangkara sedang di puncak.
Mereka menutup set ini dengan skor meyakinkan 25-19, sekaligus memperpanjang napas pertandingan.
Set keempat kembali menyajikan aksi jual beli serangan. Skor kembar terus menghiasi papan skor hingga kedudukan 11-11. LavAni sempat memimpin 15-13, namun tekanan dari Martin Atanasov dan Bardia Saadat membuat kedudukan kembali imbang 18-18.
Di saat krusial, LavAni berhasil memanfaatkan kesalahan dari pemain Bhayangkara Presisi untuk melaju 22-19. Tak ingin kehilangan momentum, LavAni terus menekan dan akhirnya menyudahi perlawanan Bhayangkara di angka 25-20.
Respons Kedua Tim
Usai laga pelatih Bhayangkara Presisi Reidel Toiran mengucapkan selamat kepada LavAni menjadi juara putaran pertama final four. Tapi kami hari ini bermain cukup bagus sebenarnya, tapi tidak beruntung," kata Toiran.
Ia juga menegaskan kedepan pihaknya akan tetap melakukan evaluasi, "Tim kita akan siap, dan coba-coba terus untuk posisi," tukas Toiran.
Sementara kapten Bhayangkara Presisi Rendy Tamamilang mengakui LavAni bermain lebih bagus, "Saya akui LavAni bermain bagus, " kata Rendy.
Asisten pelatih LavAni Erwin Rusni mengaku bersyukur diberi kemenangan, "Sebenarnya pertandingan tadi Fifty-Fifty, seperti set pertama kita kecolongan, " kata Erwin.
Ia juga mengomentari Grozer, "Ia belum adaptasi sepenuhnya, Grozer masih tampil 60 persen," kata Erwin Rusni.
Salah satu pemain LavAni Dafa mengakui perjuangan para pemain sudah luar biasa, "Tapi tetap akan ada evaluasi ke depannya, ujar Dafa. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

