MGPA Fasilitasi Drifter Lokal Lombok Latihan Bersama di Sirkuit Mandalika
MGPA gelar latihan bersama drifting di Sirkuit Mandalika untuk membina drifter lokal Lombok. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan gratis bagi masyarakat yang ingin belajar.

lombok tengah – Mandalika Grand Prix Association (MGPA) secara resmi menggelar kegiatan latihan bersama (latber) bagi para pembalap drifting lokal di Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Langkah ini merupakan bagian dari upaya serius MGPA dalam membina talenta drifter lokal, khususnya di wilayah Lombok.
"Latihan drifting ini menjadi wadah yang difasilitasi oleh Sirkuit Mandalika bagi para drifter di Lombok untuk berlatih secara aman dan terarah," ujar Manager Motorsport MGPA, Denny Pribadi, di Mandalika pada Minggu (15/2/2026).
Seiring dengan pesatnya perkembangan industri drifting di Indonesia, Denny menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya eksklusif bagi pembalap, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum yang ingin mengenal dunia drifting lebih dekat. Menariknya, masyarakat bisa menyaksikan aksi para pembalap ini secara gratis di area yang telah ditentukan.
"Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan minat dan pemahaman publik terhadap olahraga drifting," tambah Denny.
Program ini tidak hanya menyasar mereka yang sudah mahir, tetapi juga menyambut hangat para pemula yang ingin belajar. “Saat ini sudah ada 10 mobil drifting yang tergabung, seluruhnya merupakan drifter lokal Lombok," ungkapnya. Menurut Denny, masyarakat yang tertarik belajar bisa membawa kendaraan sendiri atau sekadar datang untuk berdiskusi.
Komitmen Ekosistem Motorsport Inklusif
Direktur Utama MGPA, Priandi Satria, menegaskan bahwa inisiatif ini adalah bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem motorsport yang inklusif dan berkelanjutan di bawah naungan InJourney Tourism Development Corporation (ITDC).
“Kami dari MGPA sangat ingin Pertamina Mandalika International Circuit menjadi rumah pembinaan bagi talenta lokal,” tegas Priandi.
Ia memaparkan bahwa drifting memiliki potensi besar karena sangat dekat dengan budaya otomotif generasi muda. Oleh karena itu, penyediaan ruang yang aman dan legal menjadi prioritas MGPA agar bakat-bakat muda tidak tersalurkan di tempat yang salah.
“Kami ingin memastikan para drifter lokal dapat berlatih dengan standar keselamatan yang terjaga. Ini penting agar bakat-bakat yang ada tidak berkembang secara sporadis di ruang yang tidak aman, tetapi tumbuh melalui pembinaan yang benar, terarah, dan berkesinambungan,” pungkas Priandi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

