Advertisement
Pendidikan

Ancaman Pergeseran Tanah Intai SD di Cianjur, Disdikpora Siapkan Rencana Relokasi

Pemkab Cianjur fokus tangani kerusakan parah SDN Karyamukti akibat tanah bergerak, siapkan relokasi ke lokasi aman dan tenda darurat agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.

TIMES Indonesia,
Ancaman Pergeseran Tanah Intai SD di Cianjur, Disdikpora Siapkan Rencana Relokasi
Disdikpora Cianjur siapkan rencana relokasi SDN Karyamukti Campaka. (FOTO: Istimewa)
A-AA+

CIANJUR Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga atau Disdikpora  tengah memberikan perhatian khusus terhadap kondisi bangunan SDN Karyamukti di Kecamatan Campaka. 

Fasilitas pendidikan tersebut dilaporkan mengalami kerusakan parah pada bagian infrastruktur kelas akibat fenomena pergeseran tanah yang terjadi sejak penghujung Maret 2026. 

Advertisement

Kondisi ini memicu kekhawatiran terkait keselamatan warga sekolah sehingga langkah evakuasi dan pemindahan lokasi bangunan menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

Mewakili Kepala Disdikpora Cianjur Ruhli Solehudin, Pelaksana Tugas Kabid SD Disdikpora Kabupaten Cianjur Rifki M Ramdan menjelaskan bahwa pihaknya telah mendapatkan informasi detail mengenai kerusakan tersebut.

Segera setelah laporan masuk, instansi terkait langsung menerjunkan personel dari bagian sarana dan prasarana untuk meninjau titik kerusakan di lapangan. Rifki menegaskan bahwa pemeriksaan mendalam diperlukan untuk menentukan langkah teknis yang tepat bagi sekolah yang terdampak bencana tersebut.

"Berdasarkan hasil pemantauan tim di lokasi, tercatat ada empat ruang kelas yang terdampak kerusakan dengan tingkat keparahan yang bervariasi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (13/4/2026).

Dalam hal ini Rifki memaparkan bahwa dua ruangan di antaranya mengalami kerusakan yang sangat fatal karena letaknya yang bersinggungan langsung dengan area tebing. 

Advertisement

Dampak dari tanah yang bergerak tersebut menyebabkan dinding bangunan terbelah dengan celah antara sepuluh hingga tiga puluh sentimeter, sementara bagian lantai mengalami keretakan yang cukup lebar disertai runtuhnya sejumlah plafon ruangan.

Pihak dinas juga mencatat bahwa bangunan SDN Karyamukti sebenarnya sudah sering mendapatkan sentuhan perbaikan, terakhir pada tahun 2019 dan 2023 silam. 

"Namun, upaya rehabilitasi tersebut tampaknya tidak mampu membendung kekuatan alam karena struktur tanah di wilayah itu cenderung tidak stabil dan terus bergerak," tuturnya.

Dia menyebutkan bahwa sebelumnya sudah ada koordinasi dengan kementerian terkait yang menyarankan agar bangunan sekolah tidak lagi dipertahankan di lokasi yang sama melainkan dipindahkan ke tempat yang lebih aman.

Secara kasat mata lanjutnya, bahwa area sekolah tersebut dinilai sangat berisiko dan bisa dikategorikan masuk ke dalam zona merah rawan longsor. 

Kerusakan yang terus berulang meskipun sudah diperbaiki menjadi indikator kuat bahwa lahan tersebut tidak lagi layak untuk menunjang fasilitas pendidikan permanen. 

"Walaupun penetapan status zona merah membutuhkan kajian formal lebih lanjut, tanda-tanda kerusakan struktur bangunan yang masif sudah memberikan peringatan nyata bagi semua pihak," ungkapnya.

Guna memastikan hak pendidikan para siswa tidak terhenti, Disdikpora Cianjur telah mendirikan tenda darurat sebagai ruang kelas sementara. Langkah ini diambil sebagai solusi jangka pendek agar kegiatan belajar mengajar tetap bisa berlangsung meski dalam suasana yang sangat terbatas. 

"Penggunaan tenda ini menjadi pilihan paling realistis saat ini sambil menunggu proses transisi menuju lokasi belajar yang lebih memadai dan representatif bagi anak-anak di Kecamatan Campaka," sambungnya.

Mengenai rencana relokasi, pemerintah daerah kini sedang mengintensifkan dialog dengan berbagai elemen masyarakat, mulai dari aparat desa hingga komite sekolah untuk mencari lahan pengganti. 

"Pencarian tanah baru yang aman dari ancaman bencana menjadi tantangan tersendiri yang harus segera diselesaikan mengingat faktor cuaca yang tidak menentu," imbuhnya.

Kemudian lebih lanjut Rifki menambahkan bahwa koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar pengadaan lahan dan pembangunan gedung baru bisa berjalan cepat.

Selain mengupayakan anggaran daerah, Disdikpora Cianjur berencana mengajukan permohonan bantuan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. 

Dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi sangat krusial agar proses pembangunan sarana prasarana di lokasi baru bisa segera terealisasi. Sinergi anggaran ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan yang rusak demi kenyamanan para siswa.

Meski kerusakan bangunan tergolong cukup parah, laporan resmi memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa alam ini. 

Namun, potensi bahaya yang sewaktu-waktu bisa mengancam keselamatan siswa dan guru tetap menjadi pertimbangan utama mengapa sekolah ini harus segera dipindahkan. 

"Keamanan warga sekolah tetap menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar di tengah ancaman tanah gerak yang masih terus berlangsung," timpalnya.

Pada akhirnya, memindahkan SDN Karyamukti ke titik koordinat yang lebih stabil dipandang sebagai satu-satunya jalan keluar yang paling masuk akal. 

Lebih jauh dengan struktur tanah yang terus mengalami pergeseran, pembangunan kembali di lokasi lama hanya akan membuang energi dan anggaran secara sia-sia. 

"Relokasi permanen diharapkan dapat mengakhiri siklus kerusakan bangunan sehingga para generasi penerus di Cianjur dapat menimba ilmu dengan tenang tanpa bayang-bayang bencana longsor," tandasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia