UIN KHAS Jember Siapkan Tim Terbaik Hadapi Liga Mahasiswa Piala Bupati Jember 2026
UIN KHAS Jember mulai seleksi pemain untuk menghadapi Liga Mahasiswa Piala Bupati Jember 2026.
BONDOWOSO – Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember mulai menyiapkan skuad terbaik untuk menghadapi Liga Mahasiswa Piala Bupati Jember 2026. Tahapan awal dilakukan melalui seleksi pemain yang digelar di lingkungan kampus sebagai upaya menjaring talenta terbaik mahasiswa.
Seleksi berlangsung Rabu (22/4/2026) lalu. Wakil Rektor III UIN KHAS Jember, Dr. Khoirul Faizin, hadir langsung bersama Pelatih PERSID Jember 2025, Agus Yuwono.
Keduanya memberikan arahan kepada peserta seleksi terkait kesiapan fisik, mental, hingga pentingnya menjaga disiplin selama proses pembentukan tim.
Khoirul Faizin menegaskan, keikutsertaan UIN KHAS Jember dalam kompetisi tersebut bukan sekadar meramaikan turnamen antar kampus. Menurutnya, ajang tersebut juga menjadi sarana pengembangan karakter mahasiswa di luar bidang akademik.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya berprestasi di ruang kelas, tetapi juga mampu bersaing di bidang olahraga. Liga ini menjadi wadah untuk menanamkan nilai sportivitas, kerjasama, dan disiplin,” ujarnya sebagaimana keterangan resmi UIN KHAS yang dikutip TIMES Indonesia, Senin (27/4/2026).
Menurutnya, proses seleksi dilakukan secara terbuka agar seluruh mahasiswa yang memiliki kemampuan di bidang sepak bola mendapat kesempatan yang sama. Kampus, kata dia, juga berkomitmen terus mendukung pengembangan minat dan bakat mahasiswa di bidang olahraga.
Sementara itu, Liga Mahasiswa Jember dipastikan kembali bergulir pada Mei 2026 mendatang setelah sempat tertunda selama dua tahun. Kompetisi yang digagas Askab PSSI Jember tersebut menjadi bagian dari pembinaan sepak bola berjenjang di tingkat perguruan tinggi.
Sebanyak 10 perguruan tinggi dipastikan ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Mereka akan bersaing memperebutkan gelar juara melalui format kompetisi yang mengedepankan pembinaan dan persaingan sehat antar mahasiswa.
Ketua panitia Liga Mahasiswa, Zainul Arifin, menjelaskan bahwa agenda tersebut sebenarnya telah dirancang sejak 2024. Namun pelaksanaannya sempat tertunda lantaran kendala persyaratan lisensi pelatih.
“Pelatih untuk tim mahasiswa minimal harus memiliki lisensi C. Itu sempat menjadi hambatan, tetapi sekarang semuanya sudah siap sehingga kompetisi bisa digelar tahun ini,” katanya.
Dari rencana awal yang melibatkan 12 tim, hanya 10 tim yang akhirnya memastikan diri ikut serta setelah dua tim lainnya mengundurkan diri. Panitia menilai antusiasme perguruan tinggi tetap tinggi, terlebih kompetisi ini tidak membebankan biaya pendaftaran kepada peserta.
Dalam technical meeting dan drawing, tujuh kampus hadir secara langsung, termasuk UIN KHAS Jember. Satu tim tidak mengirim perwakilan, sementara dua lainnya berhalangan hadir.
Pada fase awal, 10 tim peserta dibagi ke dalam dua grup yang masing-masing berisi lima tim. Sistem pertandingan menggunakan setengah kompetisi dengan perhitungan poin, sebelum dilanjutkan ke babak gugur. Dua tim terbaik dari masing-masing grup akan melaju ke fase berikutnya.
Pertandingan dijadwalkan berlangsung setiap akhir pekan, Sabtu dan Minggu, dengan dua laga setiap harinya. Durasi pertandingan ditetapkan 2x35 menit dan kompetisi diperkirakan berlangsung selama dua bulan.
Seluruh laga akan dipusatkan di Stadion Notohadinegoro, dengan opsi penggunaan Jember Sport Garden apabila dibutuhkan tambahan venue.
Bagi UIN KHAS Jember, seleksi pemain ini menjadi bukti keseriusan kampus dalam membangun tradisi olahraga yang kompetitif dan berprestasi di kalangan mahasiswa. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

