Advertisement
Pendidikan

Bondowoso Masih Lemah dalam Indeks Digital, ICN Gandeng Kampus Lakukan Riset

Bondowoso mencatat skor terendah dalam Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025 di wilayah Sekarkijang yang meliputi Bondowoso, Jember, Situbondo, Banyuwangi, dan Lumajang.

TIMES Indonesia,
Bondowoso Masih Lemah dalam Indeks Digital, ICN Gandeng Kampus Lakukan Riset
ICN menggandeng Universitas Bondowoso (Unibo) dengan melibatkan mahasiswa dalam kegiatan riset berbasis pengabdian kepada masyarakat (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)
A-AA+

BONDOWOSO Bondowoso mencatat skor terendah dalam Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025 di wilayah Sekarkijang yang meliputi Bondowoso, Jember, Situbondo, Banyuwangi, dan Lumajang. 

Nilai yang diperoleh Kabupaten Bondowoso hanya mencapai 36,78 berdasarkan survei tahunan yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Digital RI.

Advertisement

Ketua Proyek Ijen Cendekia Nusantara (ICN) Bondowoso, Alfareza menjelaskan, bahwa penilaian IMDI didasarkan pada empat indikator utama, yakni infrastruktur digital, literasi digital, keamanan digital, serta pemberdayaan digital.

Dari seluruh indikator tersebut, sektor pemberdayaan digital menjadi titik terlemah Bondowoso dengan nilai hanya 19,5. Sementara itu, skor literasi digital berada di angka 27,2, sedangkan infrastruktur digital tergolong cukup baik dengan capaian 65.

“Yang paling mencolok memang pada aspek pemberdayaan digital. Bondowoso berada di posisi paling rendah,” ujarnya usai kegiatan Pelatihan Enumerator Survei Indeks Digital Demokrasi di Warung Joglo, Kecamatan Curahdami, Selasa (28/4/2026).

Ia menilai hasil survei tersebut menunjukkan bahwa fasilitas digital di Bondowoso sebenarnya sudah cukup tersedia. Namun, kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan ruang digital untuk pengembangan diri maupun aktivitas produktif masih perlu diperkuat.

Berangkat dari kondisi tersebut, ICN menginisiasi survei Indeks Demokrasi Digital untuk mengetahui sejauh mana masyarakat memanfaatkan teknologi digital sebagai ruang partisipasi dalam pembangunan daerah, termasuk dalam menyampaikan kritik yang konstruktif.

Advertisement

Ketua ICN Bondowoso, Humaidi menuturkan, survei itu akan menelaah akses masyarakat terhadap sarana digital sekaligus mengukur kualitas demokrasi digital yang dirasakan warga.

Menurutnya, hasil riset tersebut nantinya diharapkan menjadi bahan rekomendasi dalam penyusunan roadmap pengembangan digital di Bondowoso agar lebih inklusif.

Dalam pelaksanaannya, ICN menggandeng Universitas Bondowoso (Unibo) dengan melibatkan mahasiswa dalam kegiatan riset berbasis pengabdian kepada masyarakat.

Mahasiswa yang terlibat mendapat pelatihan khusus sebagai numerator, mulai dari teknik survei lapangan, pemahaman instrumen penelitian, metodologi riset, hingga cara menggali informasi dari responden.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mengetahui indeks demokrasi digital di Bondowoso secara lebih komprehensif,” katanya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unibo, Muhammad Haris Taufiqurrahman, menyebut pihak kampus secara konsisten memberikan pemahaman kepada mahasiswa terkait demokrasi digital.

Ia menambahkan, hasil survei nantinya tidak hanya menjadi bahan evaluasi, tetapi juga akan disusun dalam bentuk karya ilmiah sebagai bagian dari kontribusi akademik kampus. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia