Advertisement
Peristiwa Daerah

Prihatin Keselamatan di Laut, Nelayan di Sumba Timur Dapat Bantuan Life Jacket dan Buku BST KLM

Nelayan Sumba Timur menerima 30 life jacket dan buku BST KLM dari Pelindo dan KSOP Waingapu untuk tingkatkan literasi dan budaya keselamatan pelayaran.

TIMES Indonesia,
Prihatin Keselamatan di Laut, Nelayan di Sumba Timur Dapat Bantuan Life Jacket dan Buku BST KLM
Sejumlah nelayan yang mendapatkan bantuan Life Jacket dan buku BST KLM dari PT Pelindo dan KSOP Waingapu.(FOTO:Habibudin/TIMES Indonesia)
A-AA+

SUMBA TIMUR Sejumlah nelayan di Sumba Timur mendapat bantuan Life Jacket dan buku Basic Safety Training Kapal Layar Motor (BST KLM) untuk keselamatan di laut.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh PT Pelabuhann Indonesia atau Pelindo (Persero) dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas (KSOP) Kelas IV Waingapu kepada sejumlah nelayan yang berlangsung di Pelabuhan Nusantara Waingapu, Kamis (5/1/2026).

Advertisement

Kepala KSOP Waingapu Dr. Fadly Afand Djafar mengatakan, bantuan life jacket dan buku panduan BST untuk meningkatkan literasi serta kesadaran akan pentingnya keselamatan dan keamanan pelayaran di laut.

Oleh sebab itu jelas dia, PT Pelindo bersama KSOP Waingapu melaksanakan kegiatan pembagian 30 pcs life jacket dan 30 buku BST KLM kepada para nelayan di wilayah pelabuhan Waingapu Kabupaten Sumba Timur.

Menurut Fadly, pentingnya peran bersama antara PT Pelindo dan KSOP Waingapu dalam mewujudkan pelayaran yang aman serta keselamatan di laut itu adalah tanggung jawab kita bersama maka dengan pembagian life jacket dan buku BST KLM ini diharapkan nelayan semakin sadar.

“Kita berharap penggunaan alat keselamatan ini para nelyan dapat memahami aturan pelayaran karena aturan ini merupakan bagian yang tak terpisahkan saat beraktvitas di laut,”tandas Fadly.

General Manager PT Pelindo (Persero) Waingapu Imam Haromain menyampaikan, kegiatan pembagian life jacket dan buku BST KLM merupakan bentuk sinergi dan kepedulian terhadap nelayan dan pemangku kepentingan.

Advertisement

Imam menegaskan, bahwa pembagian life jacket dan buku panduan BST KLM untuk meningkatkan keselamatan pelayaran bukan hanya urusan regulasi namun menyangkut perlindungan nyawa dan kesejahteraan masyarakat.

“Jadi kegiatan ini bukan sekadar seremonial tetapi wujud komitmen pemerintah dalam membangun budaya keselamatan yang harus di patuhi dan menjadi kebiasaan,”ujarnya.

Imam meminta, selain pembagian life jacket dan buku BST KLM pihaknya juga ingin memastikan para nelayan memiliki identitas resmi, legalitas berlayar dan akses yang lebih mudah terhadap layanan keselamatan karena setiap nyawa yang selamat adalah keberhasilan kita semua.

Terpisah seorang nelayan penerima bantuan Latif Abdul Hamid mengapresiasi kegiatan tersebut dengan bantuan life jackt dan buku panduan BST KLM sangat bermanfaat bagi kami saat berlayar.

“Jadi bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami nelayan saat melaut dan juga kita lebih paham tentang keselamatan pelayaran,” ungkap Latif. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia