Advertisement
Peristiwa Daerah

Mesin Mati di Perairan Gili Trawangan, Lima ABK KM Nurazizah Berhasil Dievakuasi

Tim SAR Mataram berhasil mengevakuasi lima ABK KM Nurazizah yang mengalami kerusakan mesin di perairan utara Gili Trawangan. Seluruh korban ditemukan selamat dan dibawa ke Teluk Kodeq.

TIMES Indonesia,
Mesin Mati di Perairan Gili Trawangan, Lima ABK KM Nurazizah Berhasil Dievakuasi
Tim SAR Mataram saat mengevakuasi ABK kapal di perairan Gili Trawangan Kabupaten Lombok Utara di Lombok Utara, Minggu (15/2/2026). (FOTO: ANTARA/HO-Humas SAR Mataram)
A-AA+

Lombok Utara Tim SAR Mataram sukses mengevakuasi lima orang anak buah kapal (ABK) KM Nurazizah yang sempat terjebak di perairan utara Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kapal tersebut dilaporkan mengalami kerusakan mesin di tengah laut.

"Seluruh korban ditemukan dalam kondisi selamat setelah sempat terombang-ambing di laut," ujar Kepala Seksi Operasi Siaga dan Operasi Kantor SAR Mataram, Bustanil, di Mataram pada Minggu (15/2/2026).

Advertisement

Kronologi Kejadian

Peristiwa ini bermula saat Kantor SAR Mataram menerima laporan dari agen kapal. KM Nurazizah diketahui sedang dalam perjalanan dari Sapeken menuju Banyuwangi, Jawa Timur, sebelum akhirnya mesin kapal mengalami kendala teknis di koordinat tersebut.

Menanggapi laporan itu, tim rescue segera bergerak menggunakan Kapal Rescue Boat (RB) 220 Mataram. Petugas berhasil melacak posisi kapal dan memastikan kondisi seluruh awaknya.

"Seluruh awak kapal berjumlah lima orang ditemukan dalam keadaan selamat. Tim segera melakukan evakuasi menuju Teluk Kodeq, Kabupaten Lombok Utara," jelas Bustanil.

Identitas Awak Kapal

Adapun lima orang yang berhasil diselamatkan adalah Hendra (47) – Kapten Kapal, Alga (34) – ABK, Sahril (30) – ABK, Daus (32) – ABK, dan Andi (26) – ABK

Keberhasilan operasi penyelamatan ini merupakan buah kerja sama antara kru RB 220 Mataram, tim rescue Kantor SAR Mataram, Unit Siaga SAR Bangsal, pihak KUPP Pemenang Lombok Utara, hingga Blue Marlin Dive.

Advertisement

Menutup keterangannya, Bustanil mengingatkan para pelaut dan masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan guna menghindari kecelakaan di perairan.

"Tetap waspada saat melakukan aktivitas di perairan," tegasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia