Tradisi Nyekar Agung Warga Bondowoso Menyambut Bulan Suci Ramadan 2026
Menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan 1447H, sejumlah warga di Bondowoso melakukan tradisi ‘nyekar’. Yakni melakukan ziarah kuburan keluarga yang lebih dulu meninggal dunia.

BONDOWOSO – Menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan 1447H, sejumlah warga di Bondowoso melakukan tradisi ‘nyekar’. Yakni melakukan ziarah kuburan keluarga yang lebih dulu meninggal dunia.
Kegiatan ziarah tersebut biasanya diisi dengan doa bersama dan bersih-bersih kuburan. Tradisi nyekar bisa dilakukan secara individu, bersama anggota keluarga, hingga bersama-sama dengan warga lainnya.
Ziarah yang dilakukan bersama-sama disebut nyekar agung. Seperti di Desa Karanganyar, Kecamatan Tegalampel Bondowoso yang berlangsung pada Minggu (15/2/2026) kemarin.
Dalam kesempatan itu, ratusan warga tumpah ruah di pemakaman umum desa untuk mengikuti kegiatan Kosar Agung atau Nyekar Agung.
Berbeda dari tradisi sebelumnya yang biasanya dilakukan secara perorangan atau bersama keluarga masing-masing, kali ini ziarah kubur digelar secara massal.
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Remaja Masjid Jami’ Al-Istiqomah sebagai upaya membangun kebersamaan warga dalam menyambut Ramadan.
Ketua Remaja Masjid, Zainullah, menyampaikan bahwa sekitar 300 warga, baik laki-laki maupun perempuan, ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Rangkaian acara diawali dengan kerja bakti membersihkan area makam, kemudian dilanjutkan doa bersama untuk para leluhur, tokoh masyarakat, serta keluarga yang telah wafat.
“Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan tawasul dan Surah Yasin. Kami bersama-sama memohon ampunan dan rahmat Allah SWT, sekaligus mendoakan keselamatan dan keberkahan bagi umat Islam serta seluruh alam,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (17/2/2026).
Ia menjelaskan, tradisi Nyekar Agung ini telah berlangsung secara konsisten selama sembilan tahun terakhir.
Kegiatan tersebut bukan sekadar ziarah, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai keimanan dan ketakwaan masyarakat.
Selain itu, momen ini dimanfaatkan untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga. Dalam kesempatan tersebut, para tokoh agama dan takmir masjid turut memberikan tausiah singkat mengenai adab serta makna ziarah kubur agar masyarakat semakin memahami esensi kegiatan yang dijalankan.
“Kami berharap, Kosar Agung dapat terus dilestarikan sebagai tradisi positif yang memperkuat ukhuwah dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Desa Karanganyar,” harapnya.
Jadwal Nyekar menjelang Ramadan di Bondowoso tidak tentu. Kadang dilaksanakan empat hari menjelang Ramadan, bahkan H-1 Ramadan.
Hasanah, salah seorang warga Maesan mengaku biasanya nyekar sehari sebelum datang Bulan Ramadan.
“Waktunya kadang pagi, kadang sore. Ya isinya bersih-bersih, nabur bunga di makam kakek, nenek dan bapak. Dilanjutkan doa,” katanya singkat.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

