Jembatan Penghubung Putus Diterjang Banjir, Bupati Bondowoso Pastikan Penanganan Cepat
Banjir deras yang menerjang Kecamatan Prajekan, Kabupaten Bondowoso, mengakibatkan jembatan penghubung antar desa mengalami kerusakan parah.
BONDOWOSO – Banjir deras yang menerjang Kecamatan Prajekan, Kabupaten Bondowoso, mengakibatkan jembatan penghubung antar desa mengalami kerusakan parah hingga tak bisa dilalui. Putusnya akses ini langsung berdampak pada aktivitas warga dan distribusi hasil pertanian.
Arus air yang kuat menggerus konstruksi jembatan hingga menyebabkan bagian tengahnya ambrol. Kini, badan jembatan menyisakan lubang besar yang membahayakan pengguna jalan dan membuat jalur tersebut lumpuh total.
Jembatan ini selama ini menjadi penghubung penting bagi tiga jalur utama, yakni Bandilan–Prajekan, Bandilan–Tarum, serta Bandilan–Klekean.
Terhentinya akses tersebut membuat mobilitas warga terganggu dan aktivitas ekonomi tersendat.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso pun bergerak cepat merespons kondisi ini. Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, turun langsung ke lokasi bersama jajaran terkait untuk memastikan penanganan segera dilakukan, Selasa (31/3/2026).
Dalam tinjauannya, Bupati Hamid menegaskan bahwa langkah darurat akan segera dilakukan agar akses masyarakat bisa kembali digunakan, meski bersifat sementara.
“Yang terpenting saat ini akses warga bisa kembali digunakan dulu, sambil kita siapkan perbaikan yang lebih permanen,” ujarnya.
Pemkab menargetkan perbaikan sementara dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua pekan. Upaya ini diharapkan mampu membuka kembali jalur vital yang sempat terputus akibat banjir.
Di saat bersamaan, pemerintah juga tengah menyiapkan rencana pembangunan ulang jembatan secara permanen. Proyek tersebut akan diusulkan dalam Perubahan APBD tahun berjalan. Jika belum dapat direalisasikan, pembangunan akan dialihkan ke APBD 2027.
Pemkab menegaskan bahwa pembangunan permanen menjadi prioritas guna mencegah kerusakan serupa di masa mendatang.
Warga setempat mengaku khawatir dengan kondisi jembatan yang rusak berat karena berisiko memicu kecelakaan. Selain itu, terganggunya jalur ini turut menghambat aktivitas ekonomi, terutama distribusi hasil pertanian.
“Dengan percepatan penanganan yang tengah dilakukan, diharapkan konektivitas antarwilayah di Kecamatan Prajekan segera pulih dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal,” pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

