Pohon Raksasa Penjaga Mata Air Cirumput Tumbang, Perumdam Tirta Mukti Jamin Pasokan Air Tetap Aman
Perumdam Tirta Mukti Cianjur robohnya pohon berukuran raksasa yang diperkirakan berusia ratusan tahun di Kampung Cirumput, Desa Cirumput tidak mengganggu pasokan air.
Cianjur – Cuaca buruk berupa hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang menerjang kawasan Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat.
Dampak dari cuaca ekstrem ini menyebabkan satu batang pohon berukuran raksasa yang diperkirakan berusia ratusan tahun roboh di Kampung Cirumput, Desa Cirumput.
Dalam hal ini robohnya vegetasi besar tersebut menghancurkan dinding penahan sawah milik warga dan memutus total jalur transportasi menuju Kampung Babakan.
Kondisi ini juga sempat memicu kemacetan total bagi mobilitas penduduk sekitar karena diameter batang pohon yang menutupi seluruh permukaan aspal.
Masyarakat setempat menaruh perhatian besar pada kejadian ini karena lokasi pohon berada tepat di atas titik sumber mata air yang dikelola Perumdam Tirta Mukti Cianjur.
Menanggapi kekhawatiran publik, Direktur Utama Perumdam Tirta Mukti Cianjur, Syamsul Hadi, memberikan klarifikasi bahwa fasilitas vital di sana tidak terdampak kerusakan.
"Kami memberikan jaminan bahwa distribusi air bersih kepada seluruh pelanggan tetap berjalan stabil tanpa ada kendala pasokan sedikit pun," ujarnya dalam keterangan yang diterima, Minggu (5/4/2026).
Lebih lanjut Syamsul mencatat bahwa insiden pohon tumbang di zona konservasi ini merupakan peristiwa kedua kalinya yang terjadi dalam rentang dua tahun terakhir.
Terdapat tantangan tersendiri dalam pengelolaan kawasan ini, mengingat pohon besar sangat penting untuk menjaga volume air namun rentan roboh saat badai.
Kelestarian lingkungan di area mata air tersebut memang sangat bergantung pada keberadaan pohon tua guna menjaga kestabilan ekosistem dan cadangan air tanah.
Lebih jauh pantauan di lokasi menunjukkan petugas gabungan dari berbagai instansi seperti BPBD dan Damkar melakukan pembersihan material.
Proses pemotongan dahan dan batang dilakukan secara perlahan menggunakan alat gergaji mesin karena kendala ruang gerak yang cukup terbatas di lapangan.
Sementara itu, Kepala Desa Cirumput, Beni Irawan, menyatakan rasa syukur karena tidak ada warga yang menjadi korban luka maupun jiwa dalam musibah tersebut.
"Meski demikian, kami meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca di wilayah Cianjur masih sulit diprediksi belakangan ini," imbuhnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

