Advertisement
Peristiwa Daerah

Membangun Generasi Lewat Pendidikan, Misi Advokasi Sevia Eka Juwita di Ruang Publik

Mahasiswi UIN Bandung Sevia Eka Juwita aktif mengadvokasi pemberdayaan perempuan lewat pendidikan dan public speaking, mendorong kesetaraan serta melawan stigma di masyarakat.

TIMES Indonesia,
Membangun Generasi Lewat Pendidikan, Misi Advokasi Sevia Eka Juwita di Ruang Publik
Sevia Eka Juwita. (FOTO: Sevia for TIMES Indonesia)
A-AA+

BANDUNG Seorang mahasiswi Program Studi Hukum Tata Negara UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Sevia Eka Juwita, tengah giat menyuarakan pentingnya peran perempuan melalui berbagai kanal advokasi.

Gadis asal Kabupaten Ciamis yang akrab disapa Wita ini meyakini bahwa pendidikan bagi perempuan bukan sekadar pencapaian individu, melainkan fondasi utama dalam membangun peradaban generasi masa depan.

Advertisement

Sebelumnya ia mengenyam pendidikan di SDN 1 Kertayasa, MTs Panawangan, dan MAN 2 Ciamis. Dalam kesehariannya sebagai mahasiswi semester empat, perempuan cantik berusia 20 tahun ini memadukan latar belakang akademisnya dengan kemahiran berbicara di depan umum.

Sevia yang dikenal aktif sebagai pembawa acara ini memanfaatkan keterampilan komunikasi tersebut untuk meruntuhkan stigma masyarakat yang masih memandang sebelah mata terhadap pendidikan tinggi bagi kaum perempuan.

Prestasi dan Kemampuan Komunikasi Publik

Dalam hal ini dunia public speaking bagi Sevia bukan hanya soal profesi, melainkan sarana untuk membuktikan bahwa perempuan mampu tampil percaya diri di ruang publik.

Prestasi yang diraihnya, seperti Juara 2 MC Competition tingkat Jawa Barat serta predikat The Best Speaker dalam Gala Dinner Korps Protokol Pramuka UIN Bandung tahun 2025, menjadi bukti nyata dari kompetensi yang ia asah secara konsisten.

Melalui gerakan bertajuk Advokasi Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan dan Public Speaking, anak sulung dari tiga bersaudara ini aktif mendorong sesamanya untuk berani berpendapat.

Advertisement

Ia seringkali memanfaatkan media sosial Instagram @seviaekajuwita12 dan TikTok @viabukanpia_30 sebagai platform edukasi guna menginspirasi perempuan agar tidak ragu mengejar karier dan pendidikan setinggi mungkin di tengah tantangan lingkungan sosial.

Menghadapi Tantangan Pola Pikir Masyarakat

Diketahui Sevia yang memiliki hobi menyanyi dan membaca ini mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan sekadar akses pendidikan, melainkan pola pikir masyarakat yang masih membatasi ruang gerak perempuan.

Lebih lanjut dirinya menyoroti bagaimana perempuan seringkali masih menjadi objek penilaian fisik dan sasaran perundungan di ruang digital yang seharusnya menjadi tempat aman untuk berekspresi secara positif.

"Tujuan utama dari upaya ini adalah menciptakan kesetaraan di mana laki-laki dan perempuan dapat berjalan sejajar tanpa harus saling menyaingi," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima TIMES Indonesia, pada Jumat (24/4/2026).

Baginya, mendidik seorang pria mungkin hanya memberikan ilmu pada satu orang, namun mendidik seorang perempuan berarti memberikan pencerahan bagi seluruh generasi yang akan datang.

Aksi Nyata dan Kontribusi Sosial

Kemudian selain aktif di dunia kampus, peraih posisi 2nd Runner Up Duta Keterbukaan Informasi Publik UIN Bandung 2025 ini juga terlibat dalam berbagai kegiatan sukarelawan.

Baginya, aksi nyata di lapangan merupakan bentuk kontribusi yang konkret dalam menghapus diskriminasi dan memberikan motivasi kepada perempuan agar lebih mandiri dalam menentukan arah hidup mereka.

"Motivasi terbesar dalam perjalanan advokasi ini datang dari lingkungan terdekat, terutama ibu yang menjadi teladan atas kekuatan dan keteguhan seorang perempuan," tuturnya sembari tersenyum manis.

Secara khusus Sevia merasa beruntung mendapatkan dukungan penuh dari keluarga dan rekan sejawat yang terus memberikannya ruang untuk tumbuh dan terus bersuara bagi mereka yang belum berani berbicara.

Harapan untuk Generasi Muda Indonesia

Pada momentum hari besar perempuan, ia mengajak generasi muda untuk menjadi pelopor perubahan dengan mengubah cara pandang yang meremehkan gender tertentu.

Perubahan besar menurut pandangan Sevia, selalu berawal dari konsistensi individu dalam menghargai sesama dan menciptakan lingkungan yang inklusif serta bebas dari segala bentuk pelecehan.

"Lebih jauh tentunya saya berharap banyak agar kaum perempuan menyadari bahwa suara mereka memiliki kekuatan untuk membawa perubahan nyata," imbuhnya menambahkan.

Dia berpesan agar kaum perempuan tidak perlu menunggu bantuan orang lain untuk maju, melainkan harus mampu menyalakan keberanian dari dalam diri sendiri untuk menjadi versi terbaik yang jujur dan merdeka.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia