Rencana Pembangunan Peternakan Babi di Bondowoso Ditolak Warga
PKB Kabupaten Malang ditargetkan jadi partai pemenang dengan raihan 14 kursi DPRD. Kader PAC diprioritaskan dari kalangan muda, sambil menjaga soliditas dan dukungan pada kepemimpinan DPC.
BONDOWOSO – Rencana pembangunan peternakan babi di Dusun Panggung Utara, Desa Sukorejo, Kecamatan Sumberwringin, memunculkan beragam respons di tengah masyarakat.
Meski proyek tersebut masih berada pada tahap perencanaan dan pengurusan perizinan, gelombang penolakan dari warga mulai bermunculan.
Sejumlah warga mengaku keberatan terhadap rencana investasi tersebut. Bahkan, berdasarkan informasi yang dihimpun, sekitar 150 warga telah menandatangani surat pernyataan penolakan.
Di sisi lain, terdapat pula sekitar 20 warga yang menyatakan dukungan terhadap rencana pembangunan peternakan tersebut.
Salah seorang warga inisial IB mengatakan, bahwa hingga saat ini peternakan babi tersebut belum dibangun.
Menurutnya, pihak investor masih melakukan tahapan perizinan serta meminta persetujuan masyarakat dan pemerintah desa.
“Belum ada pembangunan. Masih proses perizinan dan meminta persetujuan warga maupun kepala desa,” ujar IB, Sabtu (30/5/2026).
Meski demikian, kata dia, mayoritas warga yang mengetahui rencana tersebut memilih menyatakan penolakan. Kekhawatiran utama masyarakat berkaitan dengan dampak yang ditimbulkan apabila peternakan babi benar-benar beroperasi di wilayah tersebut.
Menurut IB, penolakan tidak semata-mata didasarkan pada persoalan bau yang kerap dikaitkan dengan peternakan, melainkan juga mempertimbangkan aspek sosial dan kondisi masyarakat setempat.
“Warga punya berbagai pertimbangan. Yang jelas banyak yang menyatakan tidak setuju,” ungkapnya.
Informasi mengenai rencana pembangunan peternakan itu mulai beredar setelah adanya pembelian lahan pertanian oleh investor. Lahan yang disebut mencapai sekitar 20 hektar tersebut sebelumnya dimanfaatkan masyarakat untuk aktivitas pertanian.
Seiring berjalannya waktu, muncul kabar bahwa area tersebut akan dialihfungsikan menjadi lokasi peternakan babi. Informasi tersebut semakin santer setelah beredar kabar mengenai pengajuan persetujuan kepada pemerintah desa serta adanya kegiatan sosialisasi kepada warga.
“Warga sudah mengetahui rencana itu. Karena itu muncul berbagai tanggapan, termasuk penolakan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Sukorejo, Sumarni belum memberikan tanggapan terkait polemik yang berkembang di masyarakat.
Dalam beberapa hari terakhir, isu tersebut juga ramai diperbincangkan di media sosial dan grup percakapan warga. Sejumlah flyer berisi penolakan terhadap rencana pembangunan peternakan babi beredar luas.
Namun, pihak yang mengatasnamakan organisasi dalam flyer tersebut belum memberikan keterangan resmi saat dimintai konfirmasi.
Hingga kini, rencana pembangunan peternakan babi tersebut masih menjadi perbincangan di tengah masyarakat Desa Sukorejo. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

