Advertisement
Peristiwa Daerah

Ancaman Gelombang Tinggi, Aktivitas Laut Harus Ekstra Hati-Hati

Satpolairud Polresta Banyuwangi mengimbau seluruh warga, nelayan, hingga penyedia jasa transportasi laut untuk ekstra hati-hati saat beraktivitas di perairan.

TIMES Indonesia,
Ancaman Gelombang Tinggi, Aktivitas Laut Harus Ekstra Hati-Hati
Personel Satpolairud Polresta Banyuwangi tengah melakukan imbauan kepada nelayan setempat. (FOTO: Satpolairud Polresta Banyuwangi for TIMES Indonesia)
A-AA+

BANYUWANGI Satpolairud Polresta Banyuwangi mengimbau seluruh warga, nelayan, hingga penyedia jasa transportasi laut untuk ekstra hati-hati saat beraktivitas di perairan. Langkah antisipasi ini diambil menyusul adanya potensi ancaman gelombang tinggi yang dipicu oleh fenomena angin monsun Australia atau musim angin timur.

Kasatpolairud Polresta Banyuwangi, Kompol Muchammad Wahyudi melalui Kanit Polairud Wilayah Selatan Aipda I Wayan Wedana menegaskan, keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama bagi siapapun yang beraktivitas di laut. Untuk itu, pihaknya meminta agar semua aktivitas di perairan tidak memaksakan diri melaut apabila kondisi cuaca tampak memburuk atau tidak memungkinkan.

Advertisement

"Keselamatan di laut adalah tanggung jawab kita bersama," tegasnya, Senin (27/7/2026).

Demi menjaga keselamatan bersama dan mencegah kecelakaan di laut, Satpolairud Polresta Banyuwangi mengimbau para nelayan, penyedia jasa wisata serta transportasi laut, dan masyarakat luas untuk memperhatikan beberapa hal penting berikut.

Pertama, nelayan dan pemilik kapal kecil diimbau untuk menunda aktivitas melaut jika cuaca memburuk dan ombak laut besar Langkah pencegahan ini sangat krusial mengingat sebelumnya telah terjadi dua insiden kapal terbalik akibat dihantam gelombang tinggi di perairan Muncar dan Grajagan.

"Khususnya nelayan kalau melaut untuk selalu berhati hati, liat perkiraan cuaca di BMKG, jangan lupa gunakan alat keselamatan seperti life jacket kalau melaut, cuaca ekstrim tidak usah melaut di karenakan keluarga menunggu di rumah," tutur Aipda Wayan.

Sementara itu, bagi penyedia jasa transportasi laut dan pelaku wisata bahari, Satpolairud mewajibkan penerapan standar keselamatan secara ketat guna memprioritaskan keselamatan penumpang. Kelengkapan vital seperti jaket pelampung (life jacket), sekoci penyelamat (life boat), hingga pengikatan kendaraan (lashing) yang aman wajib dipastikan siap sebelum berlayar.

Advertisement

Selanjutnya, masyarakat diimbau untuk menghindari berbagai aktivitas di wilayah pantai saat gelombang tinggi dan angin kencang menerjang. Peringatan ini secara khusus ditujukan bagi para wisatawan agar tidak berenang di laut demi keselamatan jiwa.

"Diimbau untuk selalu memantau prakiraan cuaca BMKG dan hubungi layanan kepolisian 110 jika menemukan atau dalam keadaan darurat di wilayah perairan. Kita selalu siap 24 jam," ucap Aipda Wayan.

Sementara itu, Prakirawan BMKG Kelas II Banyuwangi, Yudhi Nugraha Septiadi, mengungkapkan bahwa pada Periode 27-30 Juli gelombang di perairan Banyuwangi diprakirakan berada dalam kategori sedang. Ketinggian gelombang diperkirakan berkisar antara 1.25 sampai 2.5 meter.

"Saat ini gelombang di perairan Banyuwangi diprakirakan berada dalam kategori sedang dengan tinggi 1.25 sampai 2.5 meter," ungkapnya. 

Adapun, untuk kecepatan angin secara umum berkisar 8 hingga 20 knot. Sedangkan kecepatan angin maksimum dapat mencapai lebih dari 20 knot.

BMKG mengimbau kepada masyarakat baik nelayan, operator kapal penyeberangan, maupun pengguna jasa laut, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi, terutama di Selat Bali bagian selatan dan Perairan Selatan Bali yang diprakirakan mencapai kategori tinggi 2.5 – 4.0 meter. Sementara itu, di Perairan Banyuwangi juga perlu diwaspadai karena berada pada kategori sedang 125 – 2.5 meter.

"Mohon terus pantau update info cuaca terkini pada laman website maupun social media BMKG," tegas Yudhi. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Anggara Cahya
PenulisAnggara CahyaPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2022. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia