Rais Aam PBNU Tinjau Kesiapan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar meninjau kesiapan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 NU.
JOMBANG – Persiapan pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, terus mendapat perhatian dari jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, melakukan kunjungan langsung ke kompleks pesantren tuan rumah forum tertinggi organisasi NU tersebut, Senin (27/7/2026).
Kunjungan ulama kharismatik asal Surabaya ini dilakukan untuk berkoordinasi sekaligus meninjau secara langsung perkembangan persiapan Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 mendatang.
Setibanya di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, KH Miftachul Akhyar disambut Ketua Majelis Pengasuh PPBU, KH Hasib Wahab, bersama Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum sekaligus Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, KH Abdurrozaq Sholeh.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Dalam kesempatan tersebut, Rais Aam PBNU menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan keluarga besar Pondok Pesantren Bahrul Ulum.
Di hadapan para pengasuh pesantren, KH Miftachul Akhyar juga mengungkapkan keinginannya untuk kembali bersilaturahmi ke Tambakberas pada kesempatan lain.
"Lintu wakdal kulo badhe sowan-sowan (lain waktu saya akan berkunjung)," tutur KH Miftachul Akhyar.
Selain berkoordinasi terkait teknis pelaksanaan, Rais Aam PBNU memanjatkan doa agar seluruh rangkaian agenda Muktamar ke-35 NU dapat berlangsung lancar dan sukses.
"Mugi-mugi diparingi lancar sedanten (semoga diberi kelancaran semua)," ujarnya.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah pimpinan PBNU untuk memastikan kesiapan Pondok Pesantren Bahrul Ulum sebagai tuan rumah. Pesantren yang didirikan oleh salah satu pendiri Nahdlatul Ulama, KH Abdul Wahab Chasbullah (Mbah Wahab), ini akan menjadi pusat berkumpulnya ribuan peserta, ulama, dan warga Nahdliyin dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri.
Sejauh ini, berbagai persiapan terus dimatangkan oleh panitia lokal bersama PBNU, mulai dari pembenahan infrastruktur, penyiapan area persidangan, akomodasi peserta, fasilitas sanitasi, hingga pengaturan keamanan dan transportasi.
Panitia lokal juga telah menggelar apel siaga yang melibatkan ribuan personel dari berbagai unsur untuk memastikan seluruh kebutuhan teknis dan nonteknis berjalan sesuai rencana. Kegiatan tersebut diikuti jajaran pengasuh dan pengurus pesantren, Muslimat NU, Fatayat NU, Banser, Pagar Nusa, hingga para santri Bahrul Ulum. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


