BAZNAS Majalengka Perkuat Program ASIK, Bangun Kolaborasi dengan Dunia Usaha
Program BAZNAS Majalengka ini menjadi pintu masuk bagi penguatan kolaborasi antara lembaga zakat dan dunia usaha dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
MAJALENGKA – Di tengah dinamika kebutuhan sosial yang kian kompleks, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mengintensifkan langkah strategis melalui program ASIK (Aksi Sedekah dan Infaq Karyawan).
Program BAZNAS Majalengka ini menjadi pintu masuk bagi penguatan kolaborasi antara lembaga zakat dan dunia usaha dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
Melalui rangkaian roadshow ke berbagai perusahaan di wilayah Majalengka, BAZNAS tidak sekadar melakukan sosialisasi program, tetapi juga membangun ekosistem kepedulian sosial yang terintegrasi.
Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, menegaskan bahwa pendekatan ini membuka ruang sinergi yang lebih luas dari yang sebelumnya diperkirakan.
"Awalnya kami roadshow untuk sosialisasi program ASIK. Namun ternyata banyak perusahaan memiliki program sosial yang beririsan dengan kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan. Ini menjadi peluang besar untuk kolaborasi," ujarnya, Jumat (24/7/2026)
Dari proses tersebut, BAZNAS mencatat sedikitnya 30 perusahaan telah dikunjungi. Sejumlah di antaranya mulai menjalin kerja sama konkret, termasuk PT Diamond International Indonesia yang berkontribusi dalam penyaluran bantuan pendidikan bagi siswa SMP dan MTS.
Sebanyak 100 paket bantuan berhasil disalurkan kepada pelajar yang tersebar di 57 sekolah.
Bantuan ini menjadi representasi nyata bagaimana program ASIK tidak hanya berhenti pada penghimpunan dana, tetapi juga menjelma menjadi gerakan kolektif yang berdampak langsung.
Lebih dari itu, program ASIK dirancang sebagai jembatan antara potensi kedermawanan karyawan perusahaan dengan kebutuhan riil masyarakat.
BAZNAS memposisikan diri sebagai fasilitator yang memastikan distribusi bantuan berjalan tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan.
"Kami ingin apa yang menjadi kebutuhan masyarakat bisa kami jembatani. Kolaborasi ini tidak hanya berhenti di satu kegiatan, tetapi diupayakan menjadi program rutin," tegas Agus.
Langkah ini, kata dia, menjadi bagian dari strategi besar BAZNAS dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan sosial.
Dalam lanskap pembangunan daerah, inisiatif ini menegaskan bahwa sinergi antara lembaga zakat dan sektor swasta mampu menjadi kekuatan baru dalam mengurai persoalan sosial.
Program ASIK pun diharapkan terus berkembang sebagai gerakan kolektif yang menghadirkan kebermanfaatan luas bagi masyarakat Kabupaten Majalengka. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


