Ketua Ansor Kabupaten Malang Tegaskan Organisasi Tetap Netral Meski Dipercaya Jadi Sekretaris DPC PKB
Jangan bercita-cita menjadi pengurus Ansor seumur hidup. Bercita-citalah menjadi kader Ansor sepanjang hidup.
MALANG – Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Malang, Fatkhurrozi menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya akan tetap berada di bawah garis perjuangan Jam'iyah Nahdlatul Ulama (NU), meski dirinya baru dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Malang.
Penegasan itu disampaikan dalam sambutannya saat membuka Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) I GP Ansor Kabupaten Malang di Hotel Grand Kanjuruhan, Kepanjen, Sabtu (25/7/2026).
Ia mengungkapkan, penunjukannya sebagai Sekretaris DPC PKB Kabupaten Malang telah melalui proses konsultasi dengan berbagai pihak, termasuk kepada jajaran pimpinan pusat GP Ansor, guna memastikan langkah tersebut tidak bertentangan dengan Peraturan Dasar, Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT), maupun ketentuan organisasi.
"Kurang lebih satu bulan yang lalu saya dihubungi untuk menjadi Sekretaris DPC PKB Kabupaten Malang. Sebelum menerima amanah itu, saya berkonsultasi kepada banyak pihak, termasuk kepada pimpinan pusat Ansor. Berdasarkan aturan organisasi, tidak ada pelanggaran," ujarnya.
Meski demikian, ia meminta seluruh kader tidak mengaitkan posisi politik pribadinya dengan arah organisasi. Menurutnya, GP Ansor merupakan badan otonom Nahdlatul Ulama yang menaungi kader dengan berbagai latar belakang profesi, pilihan politik, dan ruang pengabdian.
"Ansor itu seperti ini. Jasnya memang hijau, tetapi warna pilihannya tidak semuanya hijau," katanya disambut tepuk tangan peserta Muskercab.
Ia menjelaskan, kader Ansor memiliki ruang yang sama untuk berkiprah di berbagai partai politik maupun sektor pengabdian lainnya sepanjang tetap menjaga etika organisasi serta mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku di lingkungan GP Ansor dan Nahdlatul Ulama.
Menurutnya, organisasi kader justru harus bangga ketika anggotanya dipercaya mengemban amanah di berbagai bidang, baik sebagai birokrat, akademisi, pengusaha, kepala desa, anggota legislatif, hingga pengurus partai politik.
"Masih banyak kader Ansor lain yang tidak kalah mumpuni untuk berperan di berbagai partai politik maupun sektor lainnya. Itulah hasil kaderisasi. Ansor memang menyiapkan kader untuk mengabdi kepada umat, bangsa, dan negara," katanya.
Namun ia menegaskan, keterlibatan kader dalam politik praktis tidak boleh menggeser posisi organisasi. Karena itu, dirinya memastikan GP Ansor Kabupaten Malang tidak akan diarahkan menjadi bagian dari kepentingan politik partai mana pun.
"Tenang, sahabat-sahabat. Ansor tidak akan saya bawa menjadi badan otonom Partai Kebangkitan Bangsa. Ansor akan tetap tegak lurus berada di garis Jam'iyah Nahdlatul Ulama yang menghimpun seluruh golongan," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan bahwa Musyawarah Kerja Cabang bukan sekadar agenda administratif tahunan, melainkan forum untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menyusun arah gerakan yang lebih terukur dan berdampak bagi masyarakat.
Mengusung tema "Solid, Kreatif, Berdampak", Muskercab I GP Ansor Kabupaten Malang diharapkan menghasilkan program-program yang realistis, terukur, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Menurutnya, ukuran keberhasilan organisasi bukan ditentukan oleh banyaknya kegiatan yang diselenggarakan, melainkan sejauh mana kader mampu menghadirkan manfaat setelah terjun mengabdi di tengah masyarakat.
"Jangan bercita-cita menjadi pengurus Ansor seumur hidup. Bercita-citalah menjadi kader Ansor sepanjang hidup. Karena pengabdian kepada umat tidak berhenti ketika masa jabatan organisasi berakhir," pungkasnya.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


