Advertisement
Sosok

Upaya Difa Lintang Mareta Melestarikan Tradisi dan Memajukan Pariwisata di Era Digital

Difa Lintang Mareta, Mojang Pangandaran dan Mojang Jabar 2024, menyeimbangkan prestasi akademik dan duta budaya, aktif promosikan pariwisata serta mengajak generasi muda jadi agen perubahan.

TIMES Indonesia,
Upaya Difa Lintang Mareta Melestarikan Tradisi dan Memajukan Pariwisata di Era Digital
Mojang Pinilih Pangandaran 2024, Difa Lintang Mareta. (FOTO: Difa for TIMES Indonesia)
A-AA+

PANGANDARAN Langkah kaki Difa Lintang Mareta tampak mantap saat melintasi berbagai acara kebudayaan di Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat.

Mahasiswi semester enam Program Studi Ilmu Hukum Universitas Jenderal Achmad Yani ini merupakan sosok yang tumbuh besar dengan kecintaan mendalam terhadap tanah kelahirannya. 

Advertisement

Bagi perempuan berusia 21 tahun tersebut, dedikasi terhadap budaya bukan sekadar tugas jabatan, melainkan panggilan jiwa yang telah bersemi sejak masa kecilnya di Pananjung.

Dalam hal ini Difa mengenang bagaimana keluarga khususnya sosok kakeknya menjadi gerbang utama yang memperkenalkannya pada kekayaan lokal. 

Ia sering diajak menghadiri berbagai upacara adat seperti hajat laut dan hajat bumi, yang kemudian menumbuhkan rasa kagum pada figur Mojang Jajaka yang dinilainya begitu berwibawa dan ramah. 

Ketertarikan yang dipendam sejak bangku SMP itu akhirnya menemukan jalan terang ketika pendaftaran Mojang Jajaka Pangandaran kembali dibuka pada tahun 2024 setelah sempat vakum cukup lama.

Dedikasi di Tengah Kesibukan Akademik

Advertisement

Perjalanan Difa menuju takhta Mojang Pinilih Kabupaten Pangandaran 2024 tidaklah dilalui dengan mudah. Ia harus lihai membagi waktu antara jadwal perkuliahan di luar kota dengan rangkaian proses pasanggiri yang cukup padat. 

Mojang Pinilih Pangandaran Difa Lintang Mareta 2
Momen Mojang Pinilih Pangandaran 2024, Difa Lintang Mareta, saat menjalankan advokasi. (FOTO: Difa for TIMES Indonesia)

"Kesibukan tersebut saya akui sangat menantang, namun tetap menikmati setiap tahapannya sebagai bentuk perjuangan untuk memberikan kontribusi nyata bagi promosi daerah," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima TIMES Indonesia, Selasa (5/5/2026).

Ketekunan tersebut berbuah manis ketika ia tidak hanya dinobatkan sebagai Mojang Pinilih Kabupaten Pangandaran 2024, tetapi juga berhasil meraih gelar prestisius sebagai Mojang Jawa Barat 2024. 

Pencapaian ini menambah panjang deretan prestasinya yang telah dimulai sejak masa sekolah. Difa tercatat pernah meraih Juara 2 Olahraga Balap Sepeda tingkat pelajar Bupati Cup Kabupaten Pangandaran 2019 serta Juara 4 kategori Woman Junior pada Piala Walikota Bandung di tahun yang sama.

Jejak Prestasi dan Semangat Organisasi

Kemampuan Difa dalam berorganisasi dan disiplin diri telah teruji sejak ia bergabung sebagai Paskibraka Kabupaten Pangandaran 2021 dan juga menjadi Purna Paskibraka Duta Pancasila pada tahun yang sama. 

Di lingkungan kampus, alumni SMAN 1 Pangandaran ini juga menunjukkan taringnya dengan meraih predikat Duta Intelegensia Fisip Unjani 2024 hingga dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi Hukum Unjani 2025.

Lebih jauhnya dengan hobi bersepeda yang digelutinya sejak lama seolah menjadi cerminan semangatnya untuk terus melaju dan menghadapi tantangan. 

"Saya sangat menyadari bahwa peran saat ini membawa tanggung jawab besar dalam menjaga konsistensi di tengah kesibukan akademik," katanya menambahkan sembari tersenyum manis.

Melalui akun media sosial Instagram miliknya yaitu @difalintangg, ia aktif membagikan aktivitas dan upayanya untuk tetap relevan dalam mempromosikan pariwisata di era digital.

Menjadi Representasi Generasi Muda

Kemudian Difa menegaskan bahwa ajang yang ia ikuti bukan sekadar kompetisi kecantikan semata, melainkan ruang untuk aktualisasi diri. Ia juga menekankan pentingnya bagi anak muda untuk tidak sekadar menjadi penonton dalam pelestarian budaya lokal.

"Menjadi Mojang Jajaka memberikan saya peluang besar untuk mengembangkan public speaking dan memperluas relasi dengan individu inspiratif," tuturnya saat menjelaskan manfaat dari wadah tersebut.

Dukungan penuh dari kedua orang tua, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta pihak universitas menjadi energi tambahan baginya. Difa berharap generasi muda Indonesia berani keluar dari zona nyaman untuk mencoba berbagai peluang yang ada. 

"Secara khusus saya mengajak masyarakat khususnya generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar serta bangsa dan negara melalui kreativitas dan kolaborasi," tandasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia