Advertisement
Sosok

Suarakan Empati, Cara Rahma Septiani Rangkul Generasi Muda di Dunia Digital

Rahma “Ama” Septiani, hijabfluencer asal Bandung, menggaungkan gerakan “Empati Itu Kekuatan” lewat konten kecantikan dan hijab, membangun ruang digital yang aman dan suportif bagi remaja.

TIMES Indonesia,
Suarakan Empati, Cara Rahma Septiani Rangkul Generasi Muda di Dunia Digital
Top 25 Putri Hijabfluencer Jawa Barat 2026, Rahma Septiani. (FOTO: Ama for TIMES Indonesia)
A-AA+

BANDUNG Dunia digital sering kali menjadi pisau bermata dua bagi generasi muda, terutama dalam mendefinisikan arti kecantikan. Di tengah kepungan komentar negatif dan standar visual yang nyaris sempurna, Rahma Septiani hadir membawa sebuah sudut pandang yang berbeda. 

Gadis cantik berusia 19 tahun asal Bandung, Jawa Barat, yang akrab disapa Ama ini memilih jalan advokasi untuk mengubah wajah media sosial menjadi lebih hangat. 

Advertisement

"Melalui gagasan bertajuk Empati Itu Kekuatan, saya berkomitmen membangun ruang aman dan saling dukung untuk perempuan muda, khususnya di bidang kecantikan dan gaya hidup hijab," ujarnya, Jumat (22/5/2026).

Anak ketiga dari empat bersaudara, ia pendiam dan kelihatan cuek tapi selalu ingin mencoba hal baru ini melihat ada peluang besar di dalam komunitas digital yang aktif dan tren kecantikan yang semakin inklusif saat ini. 

Namun, dirinya tidak menampik bahwa tantangan terbesar justru terletak pada bagaimana menjaga pesan empati tersebut tetap konsisten di tengah tekanan standar fisik yang kaku.

Melalui gagasan ini, Ama sangat berharap agar gerakan tersebut bisa membuat lebih banyak perempuan muda berhijab merasa cukup dengan diri mereka sendiri. 

"Saya ingin mereka berani mengekspresikan identitasnya dan tumbuh bersama tanpa ada rasa takut dihakimi oleh lingkungan sekitar," ujarnya kepada TIMES Indonesia, Jumat (12/5/2026).

Advertisement

Langkah Nyata Lewat Konten dan Panggung Kreatif

Lebih lanjut dalam hal ini komitmen Ama bukan sekadar wacana di atas kertas karena seluruh aktivitasnya di dunia kreatif selaras dengan apa yang kerap ia suarakan. 

Sebagai alumni SMKN 10 Bandung Jurusan Teater, gadis yang juga sempat menekuni karate hingga mencapai sabuk oren ini telah mengasah kepercayaan diri dan kemampuan bicaranya sejak di bangku sekolah. 

Pengalaman sebagai eks-teater dan aktor panggung membantunya memahami seni pertunjukan serta visual yang kini menjadi modal utamanya berkarier di industri kreatif digital.

Selama hampir dua tahun terakhir setelah lulus sekolah, Ama aktif menekuni dunia modeling profesional dengan menangani berbagai sesi foto serta proyek fashion dan tata rias lokal di Kota Bandung. 

Kemampuannya semakin matang setelah ia menyelesaikan kelas pemodelan di kelasmodelling.id selama tiga bulan dan dinobatkan sebagai best student yang berkesempatan mengikuti ajang bergengsi fashion show yang bernama “Fashion Nation” di Senayan City Jakarta.

Lebih jauh dengan prestasi tersebut membuka peluang dan kesempatan emas baginya yang pernah ikut acara Super Deal di stasiun TV Nasional.

Tidak hanya itu, kepiawaiannya di depan kamera juga membawanya menjadi talent iklan digital untuk beberapa aplikasi, serta mengantarkannya meraih gelar Juara Favorit Fashion Show di Kota Bandung. 

Pengalaman berharga ini kemudian membawanya melangkah lebih jauh hingga berhasil menembus jajaran Top 25 Putri Hijabfluencer Jawa Barat 2026, yang sekaligus menjadi ajang pemilihan pertama yang pernah ia ikuti.

Sinergi untuk Dampak Nyata di Kehidupan Remaja

Melalui akun Instagram pribadinya @rrhmaasn, Ama kini aktif bergerak sebagai kreator konten kecantikan yang membagikan tips perawatan kulit, tata rias, dan perawatan diri yang ramah bagi para pengguna hijab. 

Fokus utamanya dalam setiap unggahan adalah membangun rasa percaya diri audiens. Baginya, kecantikan sejati tidak melulu soal penampilan fisik, melainkan bagaimana seseorang memperlakukan sesamanya di ruang publik virtual.

Ia menegaskan bahwa setiap orang bisa memberikan ruang aman buat orang lain lewat kata dan sikap di dunia digital. Menurut Ama, tidak perlu menjadi sempurna untuk bisa peduli kepada sesama. 

"Cukup dengan memberikan komentar yang membangun, mendukung teman yang sedang merasa tidak percaya diri, dan berhenti membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain," tuturnya.

Ia yakin dan percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan bersama-sama, sehingga ruang digital bisa menjadi tempat yang lebih sehat untuk tumbuh.

Namun, Ama sadar bahwa gerakan Empati Itu Kekuatan tidak akan bisa berjalan sendirian di tengah dinamisnya industri digital. Ia menyatakan bahwa dirinya sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah untuk menyediakan ruang kolaborasi, serta dukungan moral dari orang tua. 

"Di samping itu, peran teman, komunitas, sekolah, hingga kerja sama dengan merek kecantikan sangat penting untuk memperluas dampak gerakan ini," sambungnya.

Dengan sinergi tersebut, ia optimistis pesan empati yang diusungnya bisa tersampaikan lebih luas dan dirasakan langsung oleh generasi muda, tidak hanya di balik layar gawai tetapi juga dalam kehidupan nyata.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia