Tolak Bullying, Wafi Zaqiatunnisa Suarakan Gerakan 'Satu Langkah Satu Asa'
Finalis Miss Hijab Jabar 2026 asal Sumedang, Wafi Zaqiatunnisa, menginisiasi gerakan "Satu Langkah, Satu Asa" untuk melawan perundungan dan membangun kepercayaan diri remaja.
SUMEDANG – Di tengah riuhnya tantangan zaman yang dihadapi generasi muda, muncul sebuah pemikiran jernih dari seorang remaja bernama Wafi Zaqiatunnisa (18) asal Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat.
Ia memilih jalan yang tidak biasa bagi anak seusianya. Anak tunggal yang kini selesai menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan jurusan Teknik Komputer dan Jaringan ini, memusatkan energinya untuk menyalakan api kepercayaan diri pada sesama remaja.
Melalui ruang digital, Wafi aktif membagikan pemikiran positif sebagai kreator konten sekaligus mengasah bakat komunikasinya sebagai pemandu acara. Kegemarannya membaca, berbicara di depan umum, menulis, serta mengeksplorasi hal baru, menuntun langkahnya menuju panggung yang lebih luas.
Kini, langkah kakinya mengantarkan Wafi menjadi salah satu Finalis Miss Hijab Jawa Barat 2026, sebuah ajang yang menjadi pembuktian bahwa hijab bukan batasan untuk terus berdampak. Publik dapat melihat keseharian dan pemikirannya melalui akun Instagram miliknya @wafizaqiah_
Merawat Harapan Lewat Satu Langkah Satu Asa
Kegelisahan Wafi terhadap maraknya isu perundungan, kenakalan remaja, hingga krisis kepercayaan diri yang kerap melanda kaum muda melahirkan sebuah gagasan tulus bernama Satu Langkah, Satu Asa.
Gerakan ini mengusung sebuah pesan mendalam, yaitu satu aksi, satu harapan, satu perubahan. Fokus utamanya merujuk pada pencegahan tindakan perundungan, penguatan rasa percaya diri, serta pemberdayaan remaja, khususnya kaum perempuan muda.
Wafi menjelaskan bahwa melalui gerakan ini, ia ingin mengajak seluruh remaja, terutama perempuan, agar berani melangkah maju dan mengenali potensi terpendam di dalam diri mereka. Upaya nyata yang dilakukannya mencakup edukasi langsung ke sekolah-sekolah, menjadi pembicara, mengadakan sesi berbagi, hingga mengampanyekan pesan positif lewat media sosial.
"Tentu tujuannya hanya satu, yakni membentuk generasi muda yang mandiri dan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekitar," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima TIMES Indonesia, pada Sabtu (30/5/2026).
Membaca Peluang dan Menembus Tembok Tantangan
Langkah Wafi tentu tidak selalu mulus karena ia menyadari betul ada tembok besar yang harus dihadapi di lapangan. Menurut pandangannya, keberadaan stigma negatif, pengaruh lingkungan yang kurang sehat, serta rendahnya keyakinan diri pada remaja menjadi tantangan utama dalam membangun kesadaran kolektif.
"Namun saya melihat perhatian publik yang kini semakin besar terhadap isu kesehatan mental dan pemberdayaan perempuan sebagai sebuah peluang emas untuk memperluas dampak dari gerakan ini," tuturnya menegaskan sembari tersenyum manis.
Dalam hal ini lebih lanjut Wafi mengungkapkan harapannya agar gerakan Satu Langkah, Satu Asa ini bisa menjelma menjadi sebuah ombak besar yang merangkul lebih banyak anak muda untuk berani berkembang.
Ke depannya, ia sangat berharap gerakan ini mampu menekan angka kasus perundungan serta kenakalan remaja demi mewujudkan masa depan generasi muda yang lebih peduli dan berdaya. Bagi Wafi, perubahan besar tidak akan pernah terjadi tanpa adanya keberanian untuk memulai.
Untaian Prestasi dan Dukungan yang Mengalir
Keyakinan Wafi dalam mengampanyekan gagasan ini mengakar kuat dari latar belakangnya yang penuh prestasi. Sepanjang perjalanan akademis dan nonakademisnya, ia konsisten mempertahankan peringkat pertama di sekolah.
Kemampuan berbicaranya dibuktikan lewat raihan Juara 1 Lomba Ceramah dan Pidato, serta Juara 1 Lomba Cerdas Cermat. Jejak digital keaktifannya juga terekam saat ia dipercaya menjadi narasumber podcast siswa berprestasi pada tahun 2023, yang kemudian diperkuat oleh keaktifannya dalam organisasi sosial kemasyarakatan.
Langkah berani ini mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak yang menaruh harapan besar pada pundaknya. Ibunda tercinta dan keluarga besar menjadi pilar utama yang tidak pernah putus mengalirkan doa serta motivasi di setiap embusan napas perjuangannya.
"Dukungan moril juga mengalir dari sahabat saya serta masyarakat sekitar yang merasa bangga melihat kiprah anak muda asal Sumedang," beber Wafi.
Tidak hanya dari lingkungan terdekat, apresiasi nyata datang dari jajaran birokrasi dan wakil rakyat, mulai dari Disdik Sumedang hingga Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sumedang.
Gerakan dan pencapaian Wafi bahkan menarik perhatian Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Sumedang, Majalengka, dan Subang dari Fraksi PKB, serta Anggota DPRD Kabupaten Sumedang khususnya Fraksi PKB.
Di sisi lain, penampilannya di panggung Miss Hijab Jawa Barat 2026 turut dipercantik oleh dukungan penuh dari Boutique Albis sebagai sponsor busana resmi.
Pada akhir perbincangan, Wafi menitipkan sebuah pesan mendalam bagi seluruh generasi muda agar tidak pernah takut untuk melangkah dan saling mendukung satu sama lain.
Dia mengutip sebuah ayat suci Al-Quran, tepatnya Surat Ar-Ra'd ayat 11, yang menegaskan bahwa Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.
"Prinsip inilah yang selalu saya pegang teguh, bahwa sebuah perubahan yang besar akan selalu diawali oleh satu langkah kecil yang konsisten," tandasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

