Cek Fakta Fakta atau Hoaks

[CEK FAKTA] Imbauan Polri Tentang Adanya Hacker Pengirim Video Seks Mulai Masuk WhatsApp dan Facebook 

Kamis, 09 Juli 2020 - 13:06 | 218.56k
informasi yang beredar di media sosial WhatApps ini, disebutkan bahwa hacker menempatkan video seks atas nama pemilik akun atau orang terdekat pengguna WhatsApp dan Facebook. (FOTO: T)
informasi yang beredar di media sosial WhatApps ini, disebutkan bahwa hacker menempatkan video seks atas nama pemilik akun atau orang terdekat pengguna WhatsApp dan Facebook. (FOTO: T)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Sebuah informasi tentang imbauan Polri kepada masyarakat agar waspada pada hacker yang sudah mulai masuk pada platform Facebook dan WhatsApp. Dalam informasi yang beredar di media sosial WhatsApp ini, disebutkan bahwa hacker menempatkan video seks atas nama pemilik akun atau orang terdekat pengguna WhatsApp dan Facebook.

Berikut narasi yang beredar dalam platform pengirim pesan WhatsApp:

Advertisement

Kami dari kepolisian negara republik indonesia menghibau kepada seluruh masyarakat indonesia tetap waspada dan berhati hati: Perhatian bagi pengguna FACEBOOK dan WA!!! TV ONE baru saja mengeluarkan berita bahwa hacker sudah mulai masuk facebook dan Wa. Dan mereka menempatkan video seks memakai nama anda pada teman teman anda, tanpa anda mengetahuinya. Anda tidak dapat melihatnya, namun orang lain bisa melihatnya seolah olah anda yg mempublikasikannya. Jadi, jika anda menerima suatu video (barangkali atas nama saya), maka itu bukan saya!!

Nb: Sebarkan berita ini, demi keamanan akun anda.Terimakasih”

CEK FAKTA

Menurut informasi yang dihimpun TIMES Indonesia dari turnbackhoax.di, informasi mengenai TVOne yang memberitakan hacker sudah mulai masuk facebook dan Whatsapp adalah hoaks lama yang disebar kembali. Pesan tersebut telah beredar pada tahun-tahun sebelumnya dengan narasi yang dimodivikasi.

Pesan berantai ini telah beredar juga pada tahun-tahun sebelumnya namun dengan narasi yang berbeda. Isu hacker yang menempatkan video seks sudah beberapa kali diperiksa kebenarannya oleh turnbackhoax.id salah satunya pada tanggal 06/01/2018 dengan judul [HOAX] “Metro TV Baru Saja Mengeluarkan Berita Bahwa Hacker Sudah Mulai Masuk Facebook, BBM dan WA”. Saat itu narasi yang disajikan adalah klaim bahwa informasi berasal dari Metro TV.

turnbackhoax.jpgSumber: [SALAH] “Hacker Masuk WA Menempatkan Video Seks/Porno”

Kemudian pada tanggal 12/05/2020 artikel berjudul [SALAH] “Hacker Masuk WA Menempatkan Video Seks/Porno” merupakan hasil periksa fakta kembali oleh turnbackhoax.id dengan isu serupa. Pada hasil periksa fakta tersebut terdapat sedikit perbedaan pada narasi yang sebelumnya yakni pada narasi tersebut diklaim berasal dari Tv One. Kemudian pada kali ini narasi tersebut ditambahkan embel-embel imbauan dari Kepolisian RI. Namun sejatinya kabar ini mengandung inti pesan yang sama.

turnbackhoax-3.jpgSumber: [HOAX] “Metro TV Baru Saja Mengeluarkan Berita Bahwa Hacker Sudah Mulai Masuk Facebook, BBM dan WA”

Diketahui isu hacker meretas Facebook tersebut awalnya telah di periksa oleh situs Snopes.com yang kala itu tayang pada tanggal 13/05/2012 silam.

snopes.jpgSumber: New Hackers on Facebook

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelusuran tim CEK FAKTA tersebut, informasi  imbauan Polri kepada masyarakat agar waspada pada hacker yang sudah mulai masuk pada platform Facebook dan Whatsapp.merupakan informasi hoaks. Sebab, fakta yang ditemukan, video tersebut bukan video yang sebenarnya. 

Menurut misinformasi dan disinformasi yang dikategorikan First Draft, informasi yang beredar ini masuk dalam kategori False context atau konteks keliru. False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.

___

Cek Fakta TIMES Indonesia

TIMES Indonesia adalah media online yang sudah terverifikasi faktual di Dewan Pers. Dalam kerja melakukan cek fakta, TIMES Indonesia juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal, untuk memverifikasi berbagai informasi hoaks yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA TIMES Indonesia di email: [email protected] atau [email protected] (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

Fakta atau hoaks?
Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini.

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES