Cek Fakta Fakta atau Hoaks

[CEK FAKTA] Ranjau China di Lokasi Tenggelamnya KRI Nanggala 402

Jumat, 30 April 2021 - 17:17 | 96.12k
Informasi tentang ranjau China di lokasi tenggelamnya KRI Nanggala 402 beredar di Facebook.
Informasi tentang ranjau China di lokasi tenggelamnya KRI Nanggala 402 beredar di Facebook.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Beredar informasi banyak ranjau yang ditanam China di sekitar lokasi tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402. Informasi tersebut beredar di media sosial Facebook.

Dalam informasi yang dibagikan akun Sarah Amelia pada 27 April 2021, disebutkan bahwa temuan ranjau tersebut merupakan hasil pantauan dari pesawat intai Poseidon P-8 milik Amerika Serikat.

Advertisement

Postingan akun FB Sarah Amelia tersebut merupakan poster yang berisi cuitan dari akun Twitter @plato_ids pada 26 April 2021. 

Ada pernyataan yang disertakan dalam poster tersebut yang menyebut bahwa Indonesia dalam keadaan darurat militer.

Berikut narasi lengkap dalam poster yang diunggah oleh akun FB Sarah Amelia:

Saat ini petinggi TNI digegerkan dengan temuan banyaknya ranjau bawah laut di sekitar lokasi tenggelamnya KRI Nanggala 402 | hasil pantauan pesawat intai Poseidon P-8 Amerika simpulkan ranjau tersebut ditanam angkatan laut komunis china | laut Indonesia sudah jebol | *infovalid

Kemudian ada narasi tambahannya:

Semenjak dorne masuk ke laut INDONESIA yang telah ditemukan oleh nelayan, kita selalu mengingatkan kepada seluruh Jajaran TNI, karena INDONESIA dalam keadaan "DARURAT MILITER"

cek fakta Lokasi Tenggelam KRI Nanggala 2Sumber: Tangkapan layar Facebook

CEK FAKTA

Hasil penelusuran TIMES Indonesia, informasi banyak ranjau yang ditanam angkatan laut Cina di sekitar lokasi tenggelamnya KRI Nanggala 402, tidak benar. Tidak ada informasi atau keterangan resmi yang menyebutkan bahwa di sekitar lokasi tenggelamnya terdapat banyak ranjau yang ditanam angkatan laut Cina.

Menurut penelusuran tim Cek Fakta TIMES Indonesia di mesin pencari, ditemukan keterangan Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispen AL) Laksamana Pertama Julius Widjojono. Ia menegaskan bahwa narasi banyak ranjau tersebut salah.

"Salah besar. Di Peta Hidros (peta laut yang dikeluarkan oleh Pushidrosal) sudah tergambar dengan jelas daerah latihan kapal selam," kata Julius saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (29/4/2021).

Ia juga menegaskan bahwa saat pesawat P-8 Poseidon milik AS beroperasi, dirinya berada di lokasi dan berbicara dengan mereka.

Menurut dia, P-8 Poseidon sama sekali tidak menginformasikan hal tersebut.

Terkait dengan narasi KRI Nanggala 402 tenggelam akibat terkena ranjau, Julius menepisnya.

"Kalau ada ledakan pasti ada semburan air dari dalam laut, KRI-KRI sekitarnya pasti tahu," ujarnya.

"Kalau ledakan pasti banyak serpihan, kami tidak sulit cari posisi sunk-nya," lanjut dia.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono mengatakan, dari sejumlah laporan awal penyebab tenggelamnya kapal selam buatan Jerman ini juga bukan karena kesalahan manusia mau pun black out atau mati listrik.

TNI AL perlu mengangkat badan kapal terlebih dulu untuk mengetahui penyebab pasti tenggelamnya kapal selam itu.

Yudo meyakini tidak ada unsur kelalaian manusia karena saat proses menyelam sudah melalui seluruh prosedur.

Prosedur itu yakni saat menyelam ada laporan penyelaman. Kemudian, terdengar dari sea rider penjejak bahwa KRI Nanggala-402 telah melaksanakan peran persiapan bertempur, menyelam, dan sebagainya.

Terkait keretakan yang dialami KRI Nanggala, Yudo menyebut penyebabnya adalah tenggelamnya kapal yang berada di luar jangkauan kedalaman maksimal.

cek fakta Lokasi Tenggelam KRI Nanggala 3Sumber: [HOAKS] Ditemukan Ranjau China di Sekitar Lokasi Tenggelamnya KRI Nanggala-402 | Kompas

Mengenai kronologi tenggelamnya KRI Nanggala 402 juga diberitakan oleh TIMES Indonesia. Kapal selam buatan Jerman itu mengikuti latihan penembakan senjata strategis TNI AL 2021. Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono menyebut seluruh awak KRI Nanggala-402 dinyatalan gugur dalam insiden naas tersebut.

"Jadi di sana KRI Nanggala terbelah menjadi 3 bagian," ucap Yudo, Minggu (25/4/2021).

Dijelaskan, pencarian KRI Nanggala-402 dilakukan oleh KRI Rigel dengan menggunakan multibeam echosounder untuk mendeteksi citra bawah air.

Pendeteksian itu juga dibantu oleh MV Swift Rescue dari Singapura. MV Swift Rescue mengeluarkan ROV untuk menindaklanjuti kontak bawah air.

"ROV Singapura mendapatkan kontak visual pada posisi 07 derajat 48 menit 56 detik selatan dan 114 derajat 51 menit 20 detik timur yaitu yang tepatnya dari datum 1 tadi tempat tenggelamnya KRI Nanggala berjarak kurang lebih 1.500 yard di selatan pada kedalaman 838 meter," imbuh dia.

Sejumlah body part dari KRI Nanggala-402 juga ditemukan di sekitar lokasi pencarian, diantaranya kemudi kapal, pakaian escape suit MK11, dan badan kapal.

"Ini bagian-bagian yang terbuka, ini berserakan, memang tidak terlalu jelas karena mungkin dalamnya laut masih pagi tadi mungkin belum terlalu terang, ya ini masih bagian-bagian dari dalamnya kapal," tutur Yudo.

cek fakta Lokasi Tenggelam KRI Nanggala 4Sumber: KSAL: KRI Nanggala 402 Terbelah Jadi Tiga Bagian | TIMES Indonesia

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto secara resmi menyatakan 53 kru KRI Nanggala-402 yang hilang kontak pada Rabu (21/4/2021) gugur dalam tugas. "Berdasarkan bukti-bukti otentik, dapat dinyatakan bahwa KRI Nanggala 402 telah tenggelam, dan seluruh awaknya telah gugur," ucap Panglima TNI dalam konferensi pers yang disiarkan langsung Puspen TNI dari Bandara Ngurah Rai, Bali, Minggu sore (25/4/2021).

Hadi tampak berkaca-kaca saat menyampaikan kabar itu. Kata-katanya sempat terbata. Diam sesaat sebelum berkata; "gugur". "Saya nyatakan bahwa 53 personil yang on board di KRI Nanggala 402, telah gugur," kata Panglima TNI dengan suara lirih menahan sedih.

Menurut Hadi, ke-53 prajurit prajurit terbaik Hiu Kencana telah gugur saat melaksanakan tugas di perairan utara Bali. "Atas nama seluruh prajurit dan keluarga besar TNI, saya selaku Panglima TNI, saya sampaikan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya kepada seluruh prajurit yang gugur. Semoga Tuhan Yang Maha Besar memberikan keikhlasan, kesabaran dan ketabahan," tandas Hadi.

cek fakta Lokasi Tenggelam KRI Nanggala 5Sumber: Panglima TNI Hadi Tjahjanto: 53 Kru KRI Nanggala 402 Gugur | TIMES Indonesia

Tim Cek Fakta TIMES Indonesia juga pernah menelusuri klaim informasi sejenis, bahwa KRI Nanggala-402 tenggelam akibat tembakan rudal. Klaim tersebut juga diunggah oleh akun Facebook Ibeqibarin. Akun tersebut juga mengutip unggahan dari akun Twitter @plato_ids.

cek fakta Lokasi Tenggelam KRI Nanggala 6Sumber: [CEK FAKTA] KRI Nanggala 402 Tenggelam Akibat Tembakan Rudal | TIMES Indonesia

KESIMPULAN

Berdasar hasil penelusuran Tim Cek Fakta TIMES Indonesia, informasi mengenai banyak ranjau yang ditanam China di sekitar lokasi tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402, merupakan informasi yang salah. Informasi yang beredar tersebut tidak mencantumkan sumber resmi. Dan belum ada data atau keterangan resmi terkait hal tersebut.

Menurut misinformasi dan disinformasi yang dikategorikan First Draft, informasi ada banyak ranjau China di sekitar lokasi tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402 termasuk dalam kategori False context (konteks keliru). 

False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.

----

Cek Fakta TIMES Indonesia

TIMES Indonesia adalah media online yang sudah terverifikasi faktual di Dewan Pers. Dalam kerja melakukan cek fakta, TIMES Indonesia juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal, untuk memverifikasi berbagai informasi hoaks yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA TIMES Indonesia di email: [email protected] atau [email protected] (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

Fakta atau hoaks?
Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini.

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES