Cek Fakta Fakta atau Hoaks

[CEK FAKTA] Video QR Code di Lengan Bekas Suntikan Vaksin Covid-19

Rabu, 08 September 2021 - 17:32 | 190.21k
Unggahan video yang memperlihatkan seseorang sedang melakukan pemindaian atau scan QR Code pada lengan bekas suntikan vaksin Covid-19.
Unggahan video yang memperlihatkan seseorang sedang melakukan pemindaian atau scan QR Code pada lengan bekas suntikan vaksin Covid-19.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Beredar video yang memperlihatkan seseorang sedang melakukan pemindaian atau scan QR Code pada lengan orang lain. Video tersebut disertai narasi terdapat QR code pada lengan bekas suntikan vaksin Covid-19.

Video beserta narasi tersebut diunggah akun Twitter @sephcadiz pada 17 Agustus 2021. Dalam video berdurasi 52 detik itu, terlihat seorang pria dengan menggunakan ponsel pintar (smratphone) memindai lengan kiri temannya. Dan keluar hasil pemindaian berupa nomor.

Advertisement

Berikut narasi yang diunggah akun @sephcadiz menyertai video tersebut:

Bizarre...The #Covid vaccine in #Australia brand the vaccinated with QR codes and list them as product numbers 

Terjemahan:
Aneh, #vaksin covid di # Australia memberikan label pada orang2 yang sudah divaksin dengan QR code and membuat mereka (yang tervaksinasi, red) sebagai nomor sebuah produk (vaksin, red)

cek fakta scan qr qode vaksinSumber: Twitter (https://twitter.com/sephcadiz/status/1427621736623788038)

CEK FAKTA

Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta TIMES Indonesia, klaim pada video disertai narasi, yang memperlihatkan pemindaian QR code pada lengan bekas suntikan vaksin Covid-19, salah. 

Kami menelusuri klaim tersebut dengan mencermati konten video tersebut. Video itu tidak memperlihat pemindaian kode QR. 

Melansir Reuters, pendiri perusahaan teknologi pemindaian kode 'VCode' dan pencipta paspor kesehatan digital untuk mengatasi pandemi, Louis-James Davis mengatakan bahwa QR code adalah simbol visual dan hanya akan beroperasi dalam bentuk tato atau tanda fisik lainnya.

QR code atau kode QR ditemukan pada 1994 di Jepang, digunakan dalam industri otomotif. Kode-kode tersebut adalah kode batang (barcode) persegi dua dimensi yang berisi informasi seperti alamat web atau informasi kontak seseorang yang dibaca oleh smartphone.

Terkait dengan video yang beredar tersebut, Davis mengatakan, "Video itu sepertinya menggunakan pembaca QR Near Field Communication (NFC) gabungan yang bisa mengambil tag NFC di pakaian dalam jarak dekat."

Teknologi NFC digunakan untuk berbagi file digital tetapi membutuhkan kontak fisik dan kedekatan. Ia bekerja dengan menggunakan chip kecil, yang dikenal sebagai tag, yang membuat koneksi nirkabel. Informasi lebih lanjut mengenai NFC dan QR Code bisa dibaca di sini: NFC vs QR Code: Why QR Codes Are the Clear Winner | QR Code Generator dan di sini NFC technology | Unitag

Dalam artikelnya, Reuters juga memberikan contoh penggunaan teknologi NFC. Misalnya untuk pembayaran nirsentuh melalui kartu kredit dan Apple Pay. Ada banyak aplikasi yang tersedia untuk menggunakan teknologi NFC di Google Play untuk Android atau 'Decode – Pemindai NFC' di App Store untuk iPhone.

Sementara itu, orang yang merekam video asli mengakui bahwa mereka telah menggunakan sebuah aplikasi saat membuat video tersebut.

cek fakta scan qr qode vaksin 2Sumber: Fact Check-Video does not show QR code at COVID-19 vaccine injection site | REUTERS

Pemeriksaan atas klaim serupa juga dilakukan cek fakta medcom.id ([Cek Fakta] Ada Kode QR pada Bekas Suntikan Vaksin Covid-19? Cek Faktanya | Medcom).

KESIMPULAN

Menurut penelusuran Tim Cek Fakta TIMES Indonesia, klaim pada video yang memperlihatkan pemindaian QR code pada lengan bekas suntikan vaksin Covid-19, salah. Video itu tidak memperlihatkan QR code di lengan bekas suntikan vaksin Covid-19.

Menurut misinformasi dan disinformasi yang dikategorikan First Draft, klaim tersebut masuk dalam kategori false context (konteks keliru). False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.

----

Cek Fakta TIMES Indonesia

TIMES Indonesia adalah media online yang sudah terverifikasi faktual di Dewan Pers. Dalam kerja melakukan cek fakta, TIMES Indonesia juga bekerja sama dengan 23 media nasional dan lokal, untuk memverifikasi berbagai informasi hoaks yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA TIMES Indonesia di email: [email protected] atau [email protected] (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

Fakta atau hoaks?
Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini.

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES