Cek Fakta Fakta atau Hoaks

[CEK FAKTA] Salah, Penyakit Anosmia Hampir Sama dengan Covid-19

Minggu, 07 November 2021 - 17:22 | 57.57k
Unggahan gambar dan narasi tentang penyakit anosmia yang diklaim hampir sama dengan Covid-19.
Unggahan gambar dan narasi tentang penyakit anosmia yang diklaim hampir sama dengan Covid-19.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Beredar informasi penyakit anosmia diklaim hampir sama dengan Covid-19. Informasi ini beredar di media sosial Facebook diunggah oleh akun Ainul's Jannah pada 2 Juli 2021.
 
Akun tersebut mengunggah gambar perempuan bermasker disertai narasi berikut:

"Hati - Hati ya 
Sekarang Lagi Musim 
Sakit ANOSMIA 
Hampir Sama dengan 
Corona Virus
 
Gejala Yg di Rasakan :
 
-Menggigil
-Deman
-Badal Pegal - Pegal
-Diare
-Sakit Kepala
-Indra Perasa Hilang
-Indra Penciuman Hilang

Advertisement

Akun Ainul's Jannah juga menyertakan narasi dalam unggahannya. Pengguna akun tersebut menyebut, penyakit itu ditularkan melalui kapal udara dari negara lain untuk mengurangi populasi manusia. Disebutkan pula cara penyembuhannya

Berikut narasi lengkapnya:

Mau berbagi tips dn pengalam nihh,,Semoga bermanfaat
Ini bukan mengada² karna aku jg mengalami sendiri 3 hari sakit dn AlhamdulillahHr ini sudah sembuh Penyakit ini Ditularkan melalui Kapal udara dr negeri lain dengan tujuan untuk mengurangi penduduk(katanya) bukan hanya di daerah indramayu saja yg banyak sekali orang meninggal,tp didaerah lain² jg sama
Tapi kita jangan kalah dengan suhu udara yang begitu dingin setiap malam dn selalu turun hujan,Tetap jaga daya tahan tubuh kita jngn kalah saama cuaca kalo kta kalah sama cuaca bisa² fisik kita yang kena
Sama halnya dngn saya 3 hari sakit,Badan sampe pantat rasanya sakit semua kaya abis suntik KB pdhl ngga Kepala berat bgt rasanya buat bangun,dn mata rasaanya kaya mau keluar kalo dibawa melek Badan Panas tp rasaanya dingin bangt sampe² awalnya gk kuat Tapi Bersyukur jg karna Allah masih sayang sama aku krna msh diberi sakit tapi saya coba lawan semua rasa sakit itu saya paksa makan Pagi,Dzuhur,Asar,isya
Biasanya saya kallo gk lagi sakit makan itu cuma 2X sehari,tp ps sakit saking pngn cpt sehatnya 1Hari 4X gk pp ya biar tubuhnya jg ada tenaganya,dn gk cuma makan,saya dibantu dngn obat,gak mahal kok murah bgt harganya
Yaitu obat PARACETAMOL TABLET 1 hari 3X
Terus pas Magribnya dicekok sama Jamu
Namanya Jamu NGERES LINU SAMA DEMAM,Jamu nya dijadiin satu,ditokoh² jamu ditegulurng,di ketimpal jg ada ya
Terus Mandi sore Pake AIR REBUSAN SEREH SAMA DAUN KLARAS GEDANG KLUTUK
Direbus 1 panci bisa buat mandi sekeluarga,Kalo udh direbus dn udh hangat ambil segayung air rebusan tadi terus baca ini
(jangan lupa bismilah dulu - LAILAHAILALLAH HALMALIKUL HAKUL MUBIN,MUHAMADDUROSULULLAH SODIKUL WA'DIL AMIN,YA ALLAH NIAT KULA DOA'I ADUS SEKELUARGA SUPADOS TERHINDAR SAKING BALA BISYIRIL ALFATIHAH(Baca surah alfatihah) tadinya sh gk keluar keringat sama sekali tp Alhamdulillah setlah mandi air anget Keluar langsung keringat kaya orang mandi,Terus badan langsung anyeb
Dan jangan lupa selalu ikhtiar berdoa sama Allah karna Semua jg Allah yang menyembuhkannya
Semoga bermanfaat yaa Lihat Lebih Sedikit

cek fakta Penyakit Anosmia Sama dengan Covid 3Sumber: Facebook (https://www.facebook.com/photo?fbid=2949949811986344&set=a.1377727652541909)

CEK FAKTA

Berdasarkan penelusuran tim Cek Fakta TIMES Indonesia, klaim mengenai penyakit anosmia hampir sama dengan Covid-19, salah. Penelusuran kami dengan mesin pencari Google menemukan pernyataan dari pakar mengenai anosmia.

Mengutip kompas.com, ahli patologi klinis Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta dr. Tonang Dwi Ardyanto mengatakan, anosmia bukan sebuah penyakit, melainkan gejala.

Gejala anosmia bisa terjadi pada beberapa penyakit yang mengganggu akar saraf penciuman di hidung.

"Bisa karena flu, rhinitis, sinusitis, tulang hidung bengkok, dan lain-lain. Jadi memang tidak hanya atau spesifik karena Covid-19," kata Tonang, Minggu (31/10/2021).

Pada kondisi pandemi seperti saat ini, kata Tonang, dugaan pertama jika terjadi anosmia adalah akibat Covid-19. Setelah terbukti bukan Covid-19, baru berpindah ke kemungkinan lainnya. 

Tonang juga menegaskan bahwa tak ada satu penyakit atau wabah yang bertujuan untuk mengurangi populasi.
 
"Tidak ada wabah yang disengaja untuk mengurangi populasi manusia," ujarnya.

cek fakta Penyakit Anosmia Sama dengan CovidSumber: [HOAKS] Muncul Anosmia, Penyakit yang Hampir Sama dengan Covid-19 | Kompas

Melengkapi pernyataan pakar, mengutip dari artikel di jurnal kesehatan dan kedokteran Ubaya, anosmia merupakan kondisi ketika seseorang mengalami pengurangan bahkan kehilangan daya penciumannya. Kondisi ini bisa disebabkan oleh faktor usia, penyakit sinonasal, gegar otak, infeksi saluran pernapasan atas, maupun neurodegeneratif sistem.

Anosmia tergolong dalam kondisi disfungsi kemosensoris yang melibatkan indera penciuman. Diagnosa penyebab terjadinya kebanyakan dikarenakan oleh penyakit nasal dan sinus, virus,
dan trauma kepala. Penyebab terjadinya anosmia dijelaskan karena kegagalan stimulus ditangkap oleh reseptor pada sel-sel sensoris, sehingga stimulus terabaikan, dan tidak ada
rangsang yang dilanjutkan ke otak.

cek fakta Penyakit Anosmia Sama dengan Covid 2Sumber: Format Artikel Universitas Surabaya (Download PDF)

KESIMPULAN

Menurut hasil penelusuran Tim Cek Fakta TIMES Indonesia, klaim mengenai penyakit anosmia hampir sama dengan Covid-19, salah. Faktanya, anosmia bukan penyakit melainkan suatu gejala. Anosmia merupakan kondisi ketika seseorang mengalami pengurangan bahkan kehilangan daya penciumannya.

Menurut misinformasi dan disinformasi yang dikategorikan First Draft, informasi tersebut termasuk dalam kategori fabricated content (konten palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta. Biasanya, fabricated content berupa informasi lowongan kerja palsu dan lain-lain.

----

Cek Fakta TIMES Indonesia

TIMES Indonesia adalah media online yang sudah terverifikasi faktual di Dewan Pers. Dalam kerja melakukan cek fakta, TIMES Indonesia juga bekerja sama dengan 23 media nasional dan lokal, untuk memverifikasi berbagai informasi hoaks yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA TIMES Indonesia di email: [email protected] atau [email protected] (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

Fakta atau hoaks?
Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini.

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES