Cek Fakta Fakta atau Hoaks

CEK FAKTA: Salah, Bahaya Minum Susu dan Makan Pisang Setelah Mengonsumsi Kepiting

Senin, 25 April 2022 - 18:31 | 86.70k
CEK FAKTA: Salah, Bahaya Minum Susu dan Makan Pisang Setelah Mengonsumsi Kepiting
Postingan tentang bahaya minum susu dan makan pisang setelah makan kepiting, bisa beracun.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Akun Facebook Angah (https://www.facebook.com/pnsl.kita) membagikan tangkapan layar postingan mengenai bahaya minum susu dan makan pisang setelah mengonsumsi kepiting, bisa beracun.

Pengguna akun Angah membagikan tangkapan layar disertai narasi berikut:

Habis makan kepiting jangan Minum susu, dan makan pisang,,
bisa jd RACUN

Dalam tangkapan layar yang dibagikan akun Angah pada 18 April 2022, tertera narasi sebagai berikut:

tolong beritahu seluruh orang yang ada di sebelah kalian , setelah makan kepiting jangan minum susu , juga tidak boleh makan pisang,bisa beracun , semestinya sudah ada di berita , ada anak yang belum sampai rumah sakit sudah meninggal , tidak peduli kalian sesibuk apapun harus memforward pesan ini , tidak lebih dari semenit kok.

Tampak dalam gambar tangkapan layar, seorang anak berbaju kuning sedang dipegangi oleh beberapa orang.

Hingga Senin (25/4/2022) postingan akun Angah tersebut telah dibagikan sebanyak 953 kali.

cek-fakta-makan-kepiting.jpgSumber: https://www.facebook.com/pnsl.kita/posts/1192578671487535

Tim Cek Fakta TIMES Indonesia menemukan postingan akun Angah dibagikan ulang oleh akun Ejal Rejal (https://www.facebook.com/ejal.rejal.71) pada 25 April 2022.

cek-fakta-makan-kepiting-2.jpgSumber: https://www.facebook.com/ejal.rejal.71/posts/725792375282821

Benarkah klaim tersebut?

CEK FAKTA

Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta TIMES Indonesia, klaim tentang bahaya minum susu dan makan pisang setelah mengonsumsi kepiting karena bisa beracun, tidak benar.  

Klaim sejenis pernah dibahas dalam artikel Cek Fakta TIMES Indonesia pada 13 Oktober 2021 dengan judul [CEK FAKTA] Bahaya Minum Susu Setelah Makan Kepiting.   Farmakolog sekaligus Guru Besar UGM, Prof. Dr. Zullies Ikawati mengatakan bahwa hal tersebut tidak benar. "Tidak ada hubungannya kepiting dengan susu atau pisang," ujarnya, dikutip dari liputan6.com.

cek-fakta-makan-kepiting-3.jpgSumber: [CEK FAKTA] Bahaya Minum Susu Setelah Makan Kepiting | TIMES Indonesia

Pendapat senada juga diungkapkan pakar gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Inge Permadi MS, SpGK. Mengutip kompas.com, ia membantah klaim tersebut.

“Itu bohongan banget. Kalau keselek pisang mungkin bisa menyebabkan kematian,” kata dr. Inge.

Menurut dia, baik susu maupun pisang, keduanya mengandung gizi besar. Prinsipnya, jelas dr. Inge, apa pun makanannya jika tidak beracun, tentu tidak akan menyebabkan kematian.

“Kalau misalnya menimbulkan penyakit hiperkolesterol sih bisa. Kalau tidak menimbulkan toxin, kenapa menyebabkan kematian,” jelas dia.

cek-fakta-makan-kepiting-4.jpgSumber: [HOAKS] Bahaya Mengonsumsi Susu dan Pisang Setelah Makan Kepiting | Kompas

Mengenai foto anak berbaju kuning yang terdapat pada gambar tangkapan layar dalam postingan tersebut, setelah ditelusuri menggunakan reverse image search, identik dengan foto yang diunggah Suara.com. Foto diunggah dalam artikel berjudul “Viral Bocah Kena Penyakit Croup, Gejala Batuk Keras Seperti Menggonggong” pada 18 Juni 2021.

Disebutkan dalam artikel tersebut, sebuah video seorang bocah yang terkena penyakit croup telah menjadi viral. Bocah itu tak berhenti batuk keras yang suaranya terdengar seperti sedang menggonggong.

cek-fakta-makan-kepiting-5.jpgSumber: Viral Bocah Kena Penyakit Croup, Gejala Batuk Keras Seperti Menggonggong | Suara

KESIMPULAN

Berdasarkan penjelasan tim Cek Fakta TIMES Indonesia di atas, klaim mengenai bahaya minum susu dan makan pisang setelah mengonsumsi kepiting karena bisa beracun, tidak benar. Tidak ada hubungan antara minum susu dan makan pisang setelah mengonsumsi kepiting.  Hasil penelusuran kami juga menunjukkan bahwa hal itu merupakan hoaks lama yang kembali beredar.

Menurut misinformasi dan disinformasi yang dikategorikan First Draft, informasi tersebut termasuk dalam kategori False Context (Konteks Keliru). False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.

---

Cek Fakta TIMES Indonesia

TIMES Indonesia adalah media online yang sudah terverifikasi faktual di Dewan Pers. Dalam kerja melakukan cek fakta, TIMES Indonesia juga bekerja sama dengan 24 media nasional dan lokal, untuk memverifikasi berbagai informasi hoaks yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA TIMES Indonesia di email: [email protected] atau [email protected] (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

Fakta atau hoaks?
Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini.

TERBARU

KOPI TIMES