Cek Fakta Fakta atau Hoaks

CEK FAKTA: Video yang Diklaim Boba Menyumbat Usus, Benarkah?

Minggu, 29 Mei 2022 - 09:27 | 86.50k
CEK FAKTA: Video yang Diklaim Boba Menyumbat Usus, Benarkah?
Video dan narasi yang mengklaim boba menyumbat di usus.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Video yang diklaim boba menyumbat usus beredar di media sosial Facebook. Video berdurasi 30 detik itu diunggah akun Fenty Setiawaty (https://www.facebook.com/fentyistri.sabarudin) pada 18 Mei 2022, dan telah dibagikan ulang 12 ribu kali.

Dalam video tersebut tampak sebuah benda yang dibelah, dan mengeluarkan butiran-butiran berwarna hitam yang diklaim sebagai boba. 

Akun Fenty Setiawaty menyertakan narasi dalam video yang diunggahnya sebagai berikut:

Nyangkut di usus buntu gak bisa di cerna

cek-fakta-Boba-Menyumbat-Usus.jpgSumber: https://www.facebook.com/fentyistri.sabarudin/posts/pfbid02ouvTN1UUWcM9cstfTywssUQFbDLJFZvTQ1rSs8w5JEUem1Pm3aqckp3BWuKU4bLil

Benarkah klaim tersebut?

CEK FAKTA

Tim Cek Fakta TIMES Indonesia memeriksa klaim tersebut melalui mesin pencarian, dengan menggunakan kata kunci tertentu, yakni "boba di usus buntu". Hasilnya, ditemukan fakta bahwa video tersebut merupakan hoaks lama yang kembali beredar.

Sejumlah laman media mainstream telah menerbitkan artikel tentang klaim tersebut pada tahun-tahun lalu. Liputan6.com menampilkan pemeriksaan atas video serupa dalam artikelnya berjudul "Cek Fakta: Viral Video yang Diklaim Butiran Boba Menyumbat Usus? Ini Faktanya". Dalam artikel yang tayang pada 22 Januari 2020 itu, disebutkan dengan jelas bahwa butiran-butiran hitam yang terlihat pada video bukanlah boba yang menyumbat usus, melainkan batu empedu.

cek-fakta-Boba-Menyumbat-Usus-2.jpgSumber: Cek Fakta: Viral Video yang Diklaim Butiran Boba Menyumbat Usus? Ini Faktanya | Liputan6

Begitu pula dengan artikel dari merdeka.com yang memeriksa klaim serupa. Dalam artikelnya berjudul "CEK FAKTA: Fakta Sebenarnya Soal Video Hasil Operasi Usus Buntu Penuh Boba" yang tayang pada 4 November 2021, terdapat penjelasan dari Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, ahli pencernaan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Ia meyakini gambar yang ditampilkan dalam video tersebut adalah kantung empedu.

Menurut Ari Fahrial Syam, batu pada kantung empedu disebabkan oleh kolesterol. Kemudian makin lama dia akan berbentuk seperti pasir dan lama-lama membatu. Karenanya, tidak masuk akal bila dikaitkan dengan boba atau bola-bola tapioka sebagai topping minuman-minuman kekinian.

“Boba itu terbuat dari karbohidrat, sedangkan apa yang ada di dalam kantung empedu itu adalah kolesterol. Jadi, bisa dikatakan bahwa itu sudah pasti bukan boba dan bisa dibilang itu adalah informasi hoaks,” ujarnya.

Dia menegaskan bahwa benda dalam video merupakan batu yang ada di kantung empedu. “Walau mirip dengan boba secara kasat mata, tapi itu bukan boba, itu batu empedu,” kata dia. 

cek-fakta-Boba-Menyumbat-Usus-3.jpgSumber: CEK FAKTA: Fakta Sebenarnya Soal Video Hasil Operasi Usus Buntu Penuh Boba | Merdeka

Penjelasan Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH dari RSCM tersebut terdapat dalam artikel Okezone.com berjudul "Batu Empedu Disangka Boba dan Ancaman Sesungguhnya Bola-bola Tapioka". Artikel itu tayang pada 21 Januari 2020.

Dalam penjelasannya, Ari Fahrial mengingatkan meski bukan boba yang terdapat dalam video tersebut, bukan berarti boba tidak menyebabkan masalah kesehatan.

"Masalahnya gini, banyak orang itu makan gula terlalu berlebihan, misalnya minum minuman kemasan, dan karbohidratnya dikonsumsi pagi, siang, malam akhirnya apa? Di orang tersebut mengalami yang kita sebut penumpukan kadar gula yang tinggi, akhirnya mengalami kencing manis (diabetes) karena mengonsumsi kadar gula yang tinggi," ujarnya.

Kencing manis atau diabetes dapat menyebabkan penyakit komplikasi, seperti kerusakan saraf, tekanan darah tinggi, dan mengerasnya dinding pembuluh darah.

cek-fakta-Boba-Menyumbat-Usus-4.jpgSumber: Batu Empedu Disangka Boba dan Ancaman Sesungguhnya Bola-bola Tapioka | Detik

KESIMPULAN

Hasil penelusuran Tim Cek Fakta TIMES Indonesia, video yang diklaim butiran boba yang menyumbat usus, salah. Gambar dalam video tersebut adalah batu empedu sebagaimana disampaikan Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH dari RSCM. Fakta lainnya, video yang diunggah akun Fenty Setiawaty itu pernah beredar pada tahun-tahun lalu, dengan klaim serupa. Artinya, itu merupakan hoaks lama yang kembali beredar.

Menurut misinformasi dan disinformasi yang dikategorikan First Draft, informasi tersebut termasuk dalam kategori Misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.

---

Cek Fakta TIMES Indonesia

TIMES Indonesia adalah media online yang sudah terverifikasi faktual di Dewan Pers. Dalam kerja melakukan cek fakta, TIMES Indonesia juga bekerja sama dengan 24 media nasional dan lokal, untuk memverifikasi berbagai informasi hoaks yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA TIMES Indonesia di email: [email protected] atau [email protected] (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

Fakta atau hoaks?
Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini.

TERBARU

KOPI TIMES