Cek Fakta Fakta atau Hoaks

CEK FAKTA: Salah, IDI Informasikan 19 Minuman yang Menyebabkan Kanker Otak, Diabetes, dan Pengerasan Sumsum Tulang Belakang

Senin, 31 Oktober 2022 - 09:08 | 89.02k
CEK FAKTA: Salah, IDI Informasikan 19 Minuman yang Menyebabkan Kanker Otak, Diabetes, dan Pengerasan Sumsum Tulang Belakang
Informasi tentang 19 daftar minuman yang menyebabkan kanker otak, diabetes, dan pengerasan sumsum tulang belakang.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Beredar tangkapan layar di media sosial berisi informasi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tentang 19 daftar minuman yang menyebabkan kanker otak, diabetes, dan pengerasan sumsum tulang belakang. Tangkapan layar tersebut dibagikan akun Facebook Siti Arsiah (https://www.facebook.com/siti.arsiah.37) pada 30 Oktober 2022. 

Akun tersebut membagikan tangkapan layar berisi 19 daftar minuman yang diklaim sebagai informasi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Berikut isi tangkapan layar yang dibagikan akun Siti Arsiah:

Tolong disebar luas kan
Mohon ijin info Ikatan Dokter Indonesia (IDI), menginformasikan bahwa saat ini sedang ada wabah Pengerasan Otak (Kanker Otak), Diabetes dan Pengerasan Sumsum Tulang Belakang (Mematikan sumsum tulang belakang).
Untuk itu, hindarilah minuman sbb:
1. Extra Joss,
2. M-150,
3. Kopi Susu Gelas (Granita),
4. Kiranti,
5. Krating Daeng,
6. Hemaviton,
7. Neo Hemaviton,
8. Marimas,
9. Segar Sari shachet,
10. Frutillo,
11. Pop Ice,
12. Segar Dingin Vit. C,
13. Okky Jelly Drink,
14. Inaco,
15. Gatorade,
16. Nabati,
17. Adem Sari,
18. Naturade Gold,
19. Aqua Splash Fruit.
Karena ke-19 minuman tsb mengandung ASPARTAME (lebih keras dr biang gula) racun yg menyebabkan diabetes, v otak, dan mematikan sumsum tulang.

Info:
RS Fatmawati , RSCM , RS Siloam , All RS

cek-fakta-Minuman-Menyebabkan-Kanker-Otak-2.jpg

Selain membagikan tangkapan layar tersebut, akun Siti Arsiah juga mengunggah postingan sebagai berikut:

Bahaya Banar Kanakan Kosumsi Ini

cek-fakta-Minuman-Menyebabkan-Kanker-Otak-3.jpgSumber: https://www.facebook.com/siti.arsiah.37/posts/pfbid02ERGgrHV34PiqKuMzFMtqZTFWHfvjcgFWXkEUttFcpkZvGsd9qcpsMFmfe8gb86uil

Benarkah informasi tersebut?

CEK FAKTA

Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta, informasi yang diklaim berasal dari IDI tentang minuman yang menyebabkan kanker otak, diabetes, dan pengerasan sumsum tulang belakang, tidak benar alias hoaks. Faktanya, informasi tersebut pernah beredar pada 2021 dan kembali beredar tahun ini. 

Penelusuran dengan menggunakan mesin pencarian Google menemukan bahwa informasi tersebut pernah beredar melalui pesan berantai di Whatsapp pada 2021.  Seperti yang dipublikasikan oleh Turnbackhoax.id dalam artikelnya pada 20 Januari 2021.  Artikel tersebut berjudul "[SALAH] Pernyataan IDI Terkait Aspartame dalam Minuman Instan Sebabkan Kanker, Diabetes, dan Pengerasan Sumsum Tulang Belakang".

Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa pesan tersebut tidak benar. IDI membantah informasi tersebut. Disebutkan pula, pesan serupa dengan mencatut nama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pernah beredar pada 2013.

cek-fakta-Minuman-Menyebabkan-Kanker-Otak-4.jpgSumber: [SALAH] Pernyataan IDI Terkait Aspartame dalam Minuman Instan Sebabkan Kanker, Diabetes, dan Pengerasan Sumsum Tulang Belakang | Turnbackhoax

Ditelusuri lebih lanjut, ditemukan pernyataan dari Ketua IDI dr Zaenal Abidin MHKes pada 2013 saat pesan tersebut beredar melalui Blackberry Messenger (BBM).  Ia membantah pihaknya telah mengeluarkan pernyataan tersebut.

cek-fakta-Minuman-Menyebabkan-Kanker-Otak-5.jpgSumber: IDI Sayangkan Namanya Dicatut untuk Perang Bisnis Kasus Minuman Berbahaya | Detik

Dalam narasi yang beredar terdapat klaim bahwa 19 minuman tersebut mengandung aspartame yang menyebabkan kanker otak, diabetes, dan mematikan sumsum tulang.

Mengutip kompas.com, aspartam merupakan salah satu pemanis buatan yang telah digunakan sejak 1981 di Amerika Serikat. Aspartam terbuat dari asam aspartat dan fenilalanin. Keduanya merupakan asam amino alami. Asam aspartat diproduksi secara alami di dalam tubuh, sedangkan fenilalanin bisa didapatkan dari makanan.

Perihal aspartame bisa menyebabkan kanker, pada 2013  European Food Safety Authority (EFSA) melakukan penelitian terhadap lebih dari 600 data tentang keamanan aspartam. Penelitian ini tidak menemukan masalah kesehatan yang ditimbulkan oleh konsumsi aspartam.

Kemudian pada 2020, National Institute of Health memutuskan bahwa  aspartam tidak termasuk dalam pemanis buatan penyebab kanker. Kendati demikian, Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat memperingatkan agar aspartam tidak dikonsumsi oleh orang dengan penyakit fenilketouria. Alasannya, orang tersebut tidak bisa melakukan metabolism fenilalanin yang merupakan salah satu komponen aspartam.

cek-fakta-Minuman-Menyebabkan-Kanker-Otak-6.jpgSumber: Pemanis Buatan Aspartam, Benarkah Menyebabkan Kanker? | Kompas

Pemeriksaan atas klaim serupa juga dilakukan Turnbackhoax.id pada 2022 dalam artikelnya "[SALAH] Pernyataan IDI tentang Daftar Minuman yang Menyebabkan Pengerasan Otak, Diabetes, dan Pengerasan Sumsum Tulang Belakang". ([SALAH] Pernyataan IDI tentang Daftar Minuman yang Menyebabkan Pengerasan Otak, Diabetes, dan Pengerasan Sumsum Tulang Belakang | Turnbackhoax).

KESIMPULAN

Informasi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tentang 19 daftar minuman yang menyebabkan kanker otak, diabetes, dan pengerasan sumsum tulang belakang, tidak benar. Informasi tersebut pernah beredar pada 2013 dan 2021. Artinya, merupakan hoaks lama yang kembali beredar. Faktanya, Ketua IDI, dr. Zaenal Abidin MHKes menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan pengumuman atau pernyataan tersebut.

Menurut misinformasi/disinformasi yang dikategorikan First Draft, informasi tersebut termasuk dalam kategori 
Fabricated Content (Konten Palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggungjawabkan secara fakta. Biasanya, fabricated content berupa informasi lowongan kerja palsu dan lain-lain.

----

Cek Fakta TIMES Indonesia

TIMES Indonesia adalah media online yang sudah terverifikasi faktual di Dewan Pers. Dalam kerja melakukan cek fakta, TIMES Indonesia juga bekerjasama dengan 24 media dan satu komunitas (Mafindo) untuk memverifikasi berbagai informasi hoaks yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA TIMES Indonesia di email: [email protected] atau [email protected] (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

Fakta atau hoaks?
Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini.

TERBARU

KOPI TIMES