Advertisement
Cek Fakta

CEK FAKTA: Benarkah Donald Trump Mengalami Stroke akibat Kalah Strategi Perang dengan Iran?

Beredar sebuah unggahan video di media sosial Facebook yang mengeklaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengalami stroke akibat kekalahan strategi

TIMES Indonesia,
CEK FAKTA: Benarkah Donald Trump Mengalami Stroke akibat Kalah Strategi Perang dengan Iran?
Tangkapan layar media sosial berupa video bernarasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengalami stroke.
A-AA+

JAKARTA Beredar sebuah unggahan video di media sosial Facebook yang mengeklaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengalami stroke akibat kekalahan strategi militer dalam konflik dengan Iran.

Unggahan tersebut disertai narasi yang menyebut kondisi kesehatan Trump menurun drastis setelah mendapat tekanan politik dan kegagalan operasi di Timur Tengah.

Advertisement

Berikut narasi yang beredar:
“Akibat pecahnya pembuluh darah di otak, Trump mengalami stroke, ini diakibatkan karena kalah strategi perang dengan Iran.”

Video tersebut memperlihatkan Trump yang tampak dikelilingi petugas keamanan dan segera dievakuasi dari sebuah acara resmi, sehingga menimbulkan kesan seolah-olah ia mengalami kondisi darurat medis.

https://www.facebook.com/reel/1679025989912906

Lantas, benarkah Donald Trump mengalami stroke akibat kalah strategi perang dengan Iran?

Penelusuran Fakta

Tim Cek Fakta melakukan penelusuran terhadap klaim tersebut dan tidak menemukan informasi resmi maupun pemberitaan dari media kredibel yang menyebut bahwa Donald Trump mengalami stroke.

Advertisement

Tidak ada pula pernyataan dari White House, tim medis kepresidenan, ataupun sumber resmi pemerintah Amerika Serikat yang mengonfirmasi kabar tersebut.

Penelusuran menggunakan fitur pencarian gambar dan video Google Lens menunjukkan bahwa rekaman yang digunakan dalam unggahan tersebut merupakan dokumentasi ketika Trump dievakuasi oleh agen United States Secret Service setelah terjadi insiden tembakan saat acara White House Correspondents’ Dinner di Washington, D.C., Amerika Serikat.

Sumber: Tembakan di Kampanye Trump, Ini Kondisi Rival Biden Itu Sekarang  | Kompas TV

Dalam peristiwa itu, petugas keamanan bergerak cepat mengamankan Trump sebagai bagian dari prosedur standar perlindungan presiden setelah muncul laporan situasi darurat.

Video tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan kondisi stroke maupun dengan konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran.

Selain itu, hingga saat ini Trump tetap aktif menjalani berbagai kegiatan publik dan tidak terdapat laporan medis resmi yang menyatakan dirinya mengalami gangguan kesehatan serius seperti stroke.

Dengan demikian, narasi yang mengaitkan video tersebut dengan kekalahan strategi perang terhadap Iran tidak memiliki dasar fakta.

Kesimpulan

Klaim bahwa Donald Trump mengalami stroke akibat kalah strategi perang dengan Iran adalah tidak benar.

Video yang beredar merupakan dokumentasi saat Trump dievakuasi oleh agen United States Secret Service setelah terjadi insiden keamanan dalam sebuah acara resmi di Washington, D.C.

Tidak ada informasi resmi maupun laporan media kredibel yang menyatakan Trump mengalami stroke.

Dengan demikian, klaim tersebut tergolong hoaks atau informasi menyesatkan.

Tentang Cek Fakta TIMES Indonesia

TIMES Indonesia adalah media online yang sudah terverifikasi faktual di Dewan Pers. Dalam kerja melakukan cek fakta, TIMES Indonesia juga bekerja sama dengan sejumlah media massa dan komunitas (Mafindo) untuk memverifikasi berbagai informasi hoaks yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan kepada tim Cek Fakta TIMES Indonesia di email: [email protected] atau [email protected]. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Imadudin Muhammad
PenulisImadudin MuhammadBergabung di TIMES Indonesia sejak 2015, menulis soal Olahraga, Pariwisata, Tekno, hingga Event Internasional. Bagian tim Pemeriksa Fakta, memastikan berita tetap berita akurat, relevan, dan terpercaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia