Wujudkan Kemandirian Pangan Sehat dan Bergizi, Kelompok Dampingan AQUA Banyuwangi Bikin Bio-Pestisida

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Dalam mewujudkan kemandirian pangan sehat dan bergizi. Kelompok Wanita Tani Suko Subur yang merupakan grup dampingan dari AQUA Banyuwangi, membuat Bio-Pestisida atau pestisida alternatif yang ramah lingkungan sekaligus aman bagi kesehatan.
Kegiatan membuat Bio-Pestisida tersebut adalah bagian dari program Pertanian Regeneratif bertemakan Tanaman Sayuran Sehat Keluarga Andalan (TASYAKURAN). Program yang diusung PPM Paradigma bersama Balai Penyuluh Pertanian Singojuruh dengan support penuh oleh PT Tirta Investama.
Advertisement
Ibu-ibu dari kelompok Wanita Tani Suko Subur berkumpul melihat perkembangan sayur. (FOTO: AQUA Banyuwangi For TIMES Indonesia)
Sebelumnya, Kelompok Wanita Tani Suko Subur yang berpusat di Desa Benelan Kidul tersebut, pada tahun 2024 telah berhasil menanam beberapa sayuran seperti Sayur Pakcoy, Bawang Prei, Bawang Merah, Tomat, Cabe serta tanaman obat di lahan Demonstrasi Plot (Demplot).
SR CSR AQUA Banyuwangi, Khoirul Hamdani menyampaikan, terus melakukan pendampingan secara rutin untuk memberikan pengetahuan dan inovasi terbaru terkait pertanian kepada ibu-ibu. Sekaligus dilengkapi dengan fasilitas oleh PT Tirta Investama yang dikembangkan secara berkelanjutan.
“Ini sebuah langkah tepat menghadapi beberapa lonjakan bahan pokok serta pemenuhan pangan yang bergizi sebagai role model desa dalam mensukseskan ketahanan pangan di Banyuwangi,” ucap Irul, sapaan karib Khoirul Hamdani pada, Rabu (10/7/2024).
Kali ini anggota kelompok, masih Irul, bersama tim BPP Singojuruh melakukan Diskusi lapang dalam pembuatan pestisida organik pemanfaatan dari bahan dasar disekitar rumah.
Adanya diskusi terkait Bio-Pestisida tersebut bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya serangan hama dan penyakit pada tanaman. Pasalnya seperti yang diketahui wilayah Banyuwangi sedang dilanda hujan yang berkepanjangan.
“Tentunya Tim penyuluh selalu memantau hasil dari perkembangan obat dan tanaman yang telah dikerjakan oleh kelompok Wanita Tani Suko Subur,” kata Irul.
Sementara itu, anggota kelompok Wanita Tani Suko Subur, Ina mengatakan, hujan yang terus membasahi lahan pertanian yang sedang digarap itu, menyebabkan beberapa tanaman mulai diserang hama serangga.
“Saya melihat banyak belalang, semut dan hewan lainnya mulai berkeliaran di demplot menggerogoti tanaman,” ujar Ina.
Adanya diskusi serta pelatihan membuat pupuk pestisida ramah lingkungan tersebut menjadi pengalaman pertama bagi ibu-ibu anggota kelompok Wanita Tani Suko Subur. Diungkapkan oleh Uut yang juga anggota kelompok, bahwasanya dirinya sangat antusias meramu obat organik yang diperlukan untuk mengatasi tanaman yang diserang oleh hama dan penyakit pada tanaman.
“Ramuan obat hama organik ini dibuat bersama dengan kelompok mulai kemarin dengan bahan daun pepaya dan tembakau yang dicacah,” tungkap Uut.
Menurut Project Manager Bio-Pestisida Rizki Abdan, daun Pepaya mengandung senyawa golongan alkaloid, terpenoid dan asam amino yang sangat beracun bagi serangga pemakan tumbuhan. Sedangkan daun tembakau memiliki bahan aktif nikotin yang mampu mengendalikan hama serangga berbadan lunak.
“Produksi Bio-Pestisida yang ramah lingkungan dapat diterapkan di rumah masing-masing untuk mengatasi tanaman sayuran sehat di pekarangan rumah,” jelas Abdan. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Imadudin Muhammad |
Publisher | : Sofyan Saqi Futaki |