Advertisement
Ekonomi

Langka, Harga Ikan di Lamongan Melambung

Musim kemarau panjang yang melanda kawasan Lamongan belum sepenuhnya berakhir. Hal ini mengakibatnya ikan mengalami kelangkaan di pasaran dan sekaligus melambungkan harga ikan membumbung tinggi.

TIMES Indonesia,
Langka, Harga Ikan di Lamongan Melambung
Penjual ikan sedang menunggu pembeli di Pasar Ikan Lamongan (foto : Ardiyanto/lamongantimes)
A-AA+

LAMONGAN Musim kemarau panjang yang melanda kawasan Lamongan belum sepenuhnya berakhir. Hal ini mengakibatnya ikan mengalami kelangkaan di pasaran dan sekaligus melambungkan harga ikan membumbung tinggi.

Pasar ikan Lamongan, memang terlihat ramai dikunjungi pedagang dan warga yang melakukan aktivitas jual-beli, pada Senin (30/11/2015). Sayangnya, meja-meja yang biasanya ramai di isi ikan-ikan segar cukup sedikit dikarenakan tidak ada stok ikan yang ingin dijual.

Advertisement

“Terlalu panjang kemaraunya. Pengaruh tidak ada ikan,” ungkap Kepala UPT Pasar Ikan, Sutamadji, Senin (30/11/2015).

Ia membeberkan, di masa-masa berakhirnya musim kemarau, pasokan ikan dari petani tambak menurun drastik. “Kalau sekarang 20 sampai 23 ton per-hari, malah Jumat kemarin di bawah 20 ton,” kata Sutamadji.

Padahal, sambung Sutamadji pasokan normal, biasanya pasar ikan Lamongan biasanya menampung hingga 360 ton per-hari. “Kalau sudah ada ikan per-harinya biasanya 360 ton,” lanjut dia.

Tak ayal, kelangkaan ikan ini membuat harga ikan pun berlipat ganda. Ia mengakui hal tersebut dikarenakan pasokan yang menurun drastis. "Kita sepi tidak ada ikan yang dijual,” sebut Sutamadji.

Kelangkaan ikan, alhasil menjadikan harga melambung, ikan bader, misalnya, yang biasanya hanya Rp 10.000 ribu per kilogramnya, kini sudah berlipat ganda menjadi Rp 35 ribu per-kilogram. “Bader banyak dicari tapi kehadirannya tidak sampai 2 kwintal sehari,” jelasnya.

Advertisement

Sutamadji menjelaskan, harga ikan tswar lainnya, juga mengalami lonjakan. “Bandeng Rp 25.000 per-kilogramnya, mujair Rp 23.000. Mujair tak pernah down harganya tapi barangnya gak ada,” sebut dia.

Begitu pula dengan harga udang dan vaname juga berasa di kisaran Rp. 50.000 per kilogram, dari harga sebelumnya di kisaran Rp 25.000 per-kilogram. “Vaname juga mahal, ya mahal dua kali lipatnya dari kemarin-kemarin, sekarang kisaran Rp 50 ribu. Mahal tapi barangnya tidak ada,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Ardiyanto
PenulisArdiyantoPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia