Advertisement
Ekonomi

Importer Mesir Minati Produk Kerajinan Yogyakarta

Sejumlah pengusaha asal Mesir berkunjung ke Yogyakarta sejak Selasa (2/5/2017) hingga besok. Mereka meninjau berbagai sentra industri kerajinan yang berada di Kota Gudeg itu.

TIMES Indonesia,
Importer Mesir Minati Produk Kerajinan Yogyakarta
Tim pengusaha Mesir meninjau berbagai sentra industri kerajinan yang berada di Yogyakarta. (Foto:kemlu.go.id)
A-AA+

YOGYAKARTA Sejumlah pengusaha asal Mesir berkunjung ke Yogyakarta sejak Selasa (2/5/2017) hingga besok. Mereka meninjau berbagai sentra industri kerajinan yang berada di Kota Gudeg itu.

Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Disperindag Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rahayu Sri Lestari, Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI Kairo, serta pejabat dan staf dari Direktorat Timur Tengah Kementerian Luar Negeri RI turut mendampingi tim tersebut.

Advertisement

"Tim mendapatkan penjelasan dari pimpinan perusahaan tentang produk masing-masing. Pemasarannya masih menyasar pasar tradisional di Eropa, AS, dan Australia," kata Rahayu.

Mereka, lanjutnya, juga melihat langsung berbagai produk yang dihasilkan di workshop masing-masing perusahaan.

Pemilik perusahaan UKM Woodeco, Agung, menyambut baik kunjungan delegasi pengusaha Mesir. Mereka berharap dengan kunjungan itu produk miliknya dari limbah kayu dapat diminati dan dipasarkan ke Mesir.

Dirinya pun merasa senang, karena salah satu pengusaha Mesir, Ashraf Moustafa, telah menyampaikan minatnya terhadap produk Woodeco. Di akhir kunjungan, dirinya dan Ashraf telah menandatangani letter of intent untuk pemesanan produk Woodeco yaitu produk dekorasi dinding berbahan kayu.

Pemilik Natural House, Andrea, juga berharap dapat mempromosikan dan memperluas pemasaran produknya ke negara-negara Timur Tengah, terutama Mesir melalui pameran Indonesian Booth. Selama ini, 90% produksnya di ekspor ke negara-negara Eropa dan Amerika.

Advertisement

Sentra industri UKM lainnya yang dikunjungi adalah Balai Kerajinan YL Production yang merupakan sentra industri kerajinan berbahan dasar eceng gondok. Balai ini, pernah memberikan pelatihan kepada para pengrajin Mesir tentang pemanfaatan eceng gondok sebagai bahan dasar kerajinan. Di Mesir sendiri, eceng gondok banyak ditemukan di sungai Nil dan selama ini belum dimanfaatkan dengan baik.

Di akhir kunjungan ke Apikri yang merupakan asosiasi yang membawahi sekitar 450 keluarga pengrajin di Yogyakarta dan Jawa Tengah, rombongan pengusaha Mesir telah mendapatkan penjelasan dari Direktur Apikri, Ibu Yanti tentang kiprah Apikri dalam membantu para keluarga pengrajin sejak tahun 1987 agar tidak hanya mampu berproduksi, tapi juga memiliki pengetahuan untuk memasarkannya dan memahami prinsip-prinsip perdagangan yang adil. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia