Advertisement
Ekonomi

Akibat Cuaca Buruk, Harga Ikan Laut di Probolinggo Naik 30 Persen

Harga ikan laut di tempat pelelangan ikan (TPI) di Pesisir Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, naik dalam beberapa pekan terkahir. Para pedagang mengatakan, kenaikan mencapai 30 persen

TIMES Indonesia,
Akibat Cuaca Buruk, Harga Ikan Laut di Probolinggo Naik 30 Persen
Aktivitas pedagang ikan laut di TPI Paiton, Kabupten Probolinggo, dan sejumlah nelayan yang tak melaut, sedang memperbaiki jaring ikannya. (FOTO: Dicko W/TIMES Indonesia)
A-AA+

PROBOLINGGO Harga ikan laut di tempat pelelangan ikan (TPI) di Pesisir Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, naik dalam beberapa pekan terkahir. Para pedagang mengatakan, kenaikan mencapai 30 persen, Selasa (6/2/2018).

Kenaikan harga ikan dipicu karena cuaca sangat ekstrime, sehingga pasokan ikan jdari nelayan sangat minim. Saat cuaca buruk, para nelayan di pantai utara Probolinggo memilih berhenti melaut..

Advertisement

“Harga ikan laut saat ini mengalami kenaikan yang signifikan, karena pasokan nelayan sangat terbatas. Rata-rata kenaikannya mencapai 30 persen per kilogramnya. Belum lagi harga di pasaran, yang jelas kalau di pasar tradisional, harganya semakin mahal,” ujar Mangkrap, salah satu pedagang ikan di TPI Paiton.

Ia menyebut, untuk harga ikan tongkol yang biasanya hanya Rp 17.000, harganya naik menjadi Rp 22.000 per kilogramnya. Sedangkan ikan banyar yang sevelumnya Rp 25.000 menjadi Rp 30.000 per kilogramnya. Ikan binggul yang biasanya Rp 17.000, naik menjadi Rp 21.000 per kilogramnya. Sementara untuk jenis ikan lainnya kata dia, juga mengalami kenaikan, itu karena cuaca belakangan ini buruk. 

Saiful Bahri, seorang nelayan di Paiton, menambahkan, sejak 20 hari terakhir ini sekitar 70 persen  para nelayan tidak melaut, karena angin yang kencang di tengah laut. Ada yang berani melaut hanya 2 sampai 3 nelayan aja, itupun dipaksakan untuk  melaut k arena kebutuhan sehari-hari. Tangkapan ikan sangat sedikit karena angin dan ombak yang kencang.

“Biasanya satu kapal slereg dalam satu kelompok mampu menghasilkan 1 ton ikan sekali melaut, sekarang hanya mampu menjaring ikan sebanyak 1 hingga 2 kwintal saja, angin dan ombak di tengah laut kencang,”tuturnya.

Berdasarkan data dari BMKG Maritim Surabaya, melalui Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo, Terhitung dari 6 hingga 8 Februari 2018, ketinggian gelombang laut mencapai 3-3.5 meter.

Advertisement

Hal ini diungkapkan Dedy Isfandi, Kepala Dinas Perikanan Kabupten Probolinggo, kecepatan angin maksimum di Laut Jawa bagian timur bisa mencapai 26 knots (47 km/jam) dan di Selat Hindia selatan Jatim 25 knots (45 km/jam). Gelombang di laut Jawa bagian timur antara 1.5-3.0 m dan di Selat Hindia selatan Jatim antara 1.3 - 2.5 meter. ”Harap waspada saja untuk melakukan aktivitas di laut. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Dicko W
PenulisDicko WLulusan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) tingkat Muda (2021). Bergabung dengan TIMES Indonesia sejak 2017. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni dan budaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia