Advertisement
Ekonomi

Harga Buah Naga di Banyuwangi Tembus Rp 15 ribu/Kg

Petani buah naga di Banyuwangi kembali dapat tersenyum lebar. Ini setelah harga buah naga mulai merangkak naik. Jika beberapa waktu yang lalu, imbas dari musim hujan, harga buah naga merosot hingga Rp 1.500 per kilogram (Kg).

TIMES Indonesia,
Harga Buah Naga di Banyuwangi Tembus Rp 15 ribu/Kg
Katiyem saat ditemui di lapaknya yang berada di Dusun Silirbaru, Desa Sumberagun, Kecamatan Pesanggaran. (FOTO: Erwin Wahyudi/TIMES Indonesia)
A-AA+

BANYUWANGI Petani buah naga di Banyuwangi kembali dapat tersenyum lebar. Ini setelah harga buah naga mulai merangkak naik. Jika beberapa waktu yang lalu, imbas dari musim hujan, harga buah naga merosot hingga Rp 1.500 per kilogram (Kg). Kini, harga jual buah tersebut naik hingga mencapai Rp 15 ribu per Kg.

Informasi yang dihimpun TIMES Indonesia, salah satu pemicu harga buah naga turun beberapa waktu lalu karena diterpa oleh musim penghujan yang menyebabkan kualitas buah menurun.

Advertisement

"Alhamdullah sekarang sudah mulai naik. Walaupun kami bebrapa waktu lalu sempat tidak memanen buah naga karena harganya hanya Rp 1.500 per kg," ujar Aswadi (54) petani buah naga asal Dusun Silirbaru, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran.

Menurut Aswadi, kini harga buah naga sudah berangsur naik dan membuat petani bisa tersenyum lega. Kalau sebelumnya harga Rp 1500 per kg dan membuat petani bangkrut, harga sekarang sudah mencapai di harga Rp 12 ribu sampai Rp 15 ribu per kg.

"Kalau Idealnya, harga buah naga minimal Rp 6000 hingga Rp 7000 per Kg. Jika di bawah itu, petani dipastikan merugi," ungkapnya.

Dia berharap harga buah naga akan tetap stabil. Sampai saat ini, permintaan pasar ke luar daerah terus mengalir. Dia mengaku kerap mengirim buah naga ke beberapa daerah, seperti Tulungagung, Blitar hingga Surabaya. Jika panen raya, setiap hektar kebun buah naga bisa panen minimal 2 ton. Namun, petani kerap mengeluh lantaran harga buah yang tidak menentu.

"Yang kami ingin harga buah naga tetap di atas Rp 7000. Karena dengan harga segitu kami bisa sedikit dapat untung," jelasnya.

Advertisement

Aswadi juga menyampaikan, untuk menggenjot hasil panen diluar musim, petani kerap kali menggunakan metode penerangan dengan lampu. Sepanjang malam, pohon buah naga diterangi lampu, sebagai pengganti sinar matahari. Namun biaya menggunakan metode lampu ini cukup mahal. Per hektar bisa menghabiskan biaya hingga Rp 40 juta.

"Untungnya kalau panen pakai lampu, harga buah naga cenderung mahal, harganya bisa tembus Rp 20.000 hingga Rp 22.000 per kilogram," terangnya.

Sementara itu, hal lain dikatakan Katiyem (35) warga Dusun Silirbaru, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Pedagang buah naga di sekitar lokasi wisata Pulau Merah mengaku, jika pembeli buah naga saat ini cenderung menurun seiring naiknya harga.

"Kalau buahnya saat ini cenderung bagus-bagus tidak jelek seperti musim kemarin. Harga dari petani Rp 12.000 per Kg, Sedangkan untuk harga jual dari pedagang ke konsumen Rp 15.000 per Kg," ucapnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Erwin Wahyudi
PenulisErwin Wahyudi Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia