Peternak Lele di Ponorogo Berhasil Budidayakan Sistem Bioflok
Berawal dari ilmu turun menurun, Muhammad Khomarudin, peternak lele di Ponorogo berhasil membudidayakan lele dengan sistem bioflok.

PONOROGO – Berawal dari ilmu turun menurun, Muhammad Khomarudin, peternak lele di Ponorogo berhasil membudidayakan lele dengan sistem bioflok.
Ditemui Times Indonesia, di rumahnya di Desa Coper, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, terlihat beberapa bak besar berisi ribuan ekor lele. Dengan telaten, Muhammad Komarudin memantau 10 bak yang berisi ribuan lele tersebut.
Ya, dua tahun terkahir, Khomarudin menggeluti budidaya lele dengan sistem bioflok. Ia memanfaatkan lahan sempit di sekitar rumah.
Sebab, satu kolam berisi 3 ribu benih lele ini hanya membutuhkan media kolam berbentuk bulat dengan diameter 3 meter dengan ketinggian 1 meter.
“Saya menggeluti ini sudah hampir dua tahun lebih,” kata Khomarudin—sapaan akrab Muhammad Khomarudin, Sabtu (02/02/2019).
Ia mengaku, tak hanya menggunakan sistem bioflok saja. Selain menggunakan kolam berbentuk bulat dan diberikan gelembung udara, ia juga membuat campuran pakan sendiri menggunakan bahan tradisional.
Menurut Khomarudin, hal itu bisa menghilangkan bau anyir dan daging ikan lele lebih kesat. “Kalau bioflok kan menghasilkan lele yang banyak. Kalau yang higienis, ya pakai ramuan turun menurun,” terangnya.
Dia menyebutkan, pakan tersebut menggunakan bahan tradisional. Yakni, jahe, kunir, kencur dan temu lawak. Semua bahan tersebut dicampur menjadi satu ke dalam pakan lele. “Saya diamkan 10 menit. Campuran pakan saya berikan ke 10 kolam bioflok lele,” tambahnya.
Ia menyebutkan, ramuan tersebut diyakini menjadikan pertumbuhan lele lebih bagus. Ia mengaku perut lele tidak kembung.
Jika dari sisi ekonomi, ia mengaku, seribu lele menghabiskan tiga zak yang setiap zaknya 30 kg selama tiga bulan itu menjadi 2,5 zak. “Berarti saya hemat 15-20 persen makanan itu. Tiga bulan menghasilkan tiga kuintal lele,” bebernya.
Sementara penikmat kuliner lele, Sari Wirdaningsih menjelaskan, memang benar lele yang dimakan dari Khomarudin itu lebih keset dan tidak terlalu amis.
Ini yang membuat keunggulan sistem ternak lele sistem bioflok ala peternak lele Muhammad Khomarudin di Ponorogo. “Enak kok, tidak terlalu amis. Jadinya lebih enak,” kata dia. * (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

