Pertanian Hidroponik di Kabupaten Malang Kian Menjanjikan

TIMESINDONESIA, MALANG – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, mendorong para petani di wilayah perkotaan, maupun petani yang memiliki keterbatasan lahan, supaya mengembangkan sistem perhatian hidroponik.
"Sistem pertanian Hidroponik merupakan solusi bagi petani yang ada di perkotaan dan kekurangan lahan," ujar Kepala DTPHP Kabupaten Malang Dr Ir Budiar kepada TIMES Indonesia, Kamis (11/4/2019).
Advertisement
Dia menjelaskan, sistem pertanian Hidroponik di kabupaten Malang terus berkembang. Beberapa kecamatan di lingkar perkotaan sudah banyak mengembangkan pertanian hidroponik.
"Seperti di Kecamatan Pakisaji sudah ada pertanian hidroponik yang dikelola oleh salah seorang petani muda," tuturnya.
Menurutnya, Plt Bupati Malang sudah meninjau potensi pertanian hidroponik di Pakisaji tersebut. "Ditinjau saat kesempatan Gema Desa bulan Maret lalu," imbuhnya.
Mantan Staf Ahli Bupati Malang ini melanjutkan, ada banyak manfaat yang dirasakan oleh para petani apabila menggunakan pertanian hidroponik.
Salah satu konsep pertanian perkotaan kata dia, perlu dilakukan yakni dengan sistem hidroponik dan aquaponik. Petani dapat menggunakan lahan yang sempit, namun produksi tetap optimal.
"Apabila petani kekurangan lahan, maka akan menggunakan hidroponik yang lebih mudah dan murah," terang mantan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Malang ini.
Selain itu kata dia, pertanian hidroponik dipastikan lebih alami dan terbebas dari bahan kimia. Karena tidak menggunakan pupuk pestisida.
"Ada beberapa kelompok petani tertentu yang sudah mulai memikirkan masalah kesehatan. Jadi mereka membidik pasar masyarakat yang ingin hidup sehat, sehingga memilih sayuran yang organik," paparnya gamblang.
Menurutnya, harga hasil pertanian organik dinilai lebih menjanjikan. Selain itu, sistem tanamnya juga terbilang cukup mudah karena tidak memerlukan peralatan khusus.
"Tentunya tidak membutuhkan peralatan hand traktor yang harganya cukup mahal," katanya. Masih menurut Budiar, hasil pertanian hidroponik tidak kalah dengan sistem pertanian konvesional pada umumnya.
"Bahkan di Kecamatan Turen sudah ada yang mengembangkan padi hidronik dengan menggunakan media tanam dari gelas minuman plastik dan ditaruh di pipa yang sudah dilubangi," tuturnya.
Melihat perkembangan pertanian hidroponik di Kabupaten Malang yang kian menjanjikan, pihaknya akan memberikan pendampingan kepada para petani hidroponik. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Faizal R Arief |
Publisher | : Lucky Setyo Hendrawan |
Sumber | : TIMES Malang |