Daring Marketing Genjot Keuntungan Pegiat Kopi Banyuwangi
Sejak beberapa tahun belakangan, daya tarik kopi Banyuwangi, cukup diminati pasar. Para pegiat dalam sektor usaha pun terus bermunculan

BANYUWANGI – Sejak beberapa tahun belakangan, daya tarik Kopi Banyuwangi, cukup diminati pasar. Para pegiat dalam sektor usaha pun terus bermunculan. Hal inilah yang menjadi konsentrasi Shinta Setiadevi, S.TP., M.M, dosen Program Studi (Prodi) D-IV Agribisnis, Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi), dalam menjalankan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).
Shinta mencetuskan Daring Marketing atau Marketing Online. Mengingat, fasilitas internet sangat mudah ditemukan, dan dunia maya adalah salah satu wahana pemasaran yang paling strategis.

Dalam pelaksanaan, Shinta dibantu dua orang dosen Poliwangi lainnya. Abdul Holik, S.TP., M.Sc, Dosen D-IV Agribisnis dan Eka Afrida Ermawati, S.Pd., M.Pd, Dosen D-IV Manajemen Bisnis Pariwisata . Sebagai mitra PKM, mereka menggandeng salah satu pegiat usaha kopi. Yakni Cafe Gedoh, di Desa Cantuk, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi.
Cafe sengaja dipilih lantaran pegiat usaha kopi jenis ini belakangan sangat marak bermunculan di Bumi Blambangan. Dengan kata lain, persaingan ketat terus terjadi dikalangan penyedia kopi seduhan tersebut.
“Nah, di situ kita terapkan sistem pemasaran daring, dengan begitu Cafe Gedoh bisa menjangkau pangsa pasar yang lebih luas.” kata Shinta. Jumat, (25/10/2019).
Sebagai langkah awal, Shinta, membuat website untuk dagangan kopi Cafe Gedoh, www.gedohcoffee.com. Mulai dari foto hingga keistimewaan produk sajian, diunggah. Termasuk tata cara untuk pemesanan online.

“Bukan hanya sebagai media promosi yang ampuh, sistem ini juga memudahkan konsumen dalam memesan menu yang ada di website, sehingga lebih efisien dan efektif," imbuhnya.
Owner Cafe Gedoh, Moch Hafid Riyan Habibi, S.Tr.P, menyambut baik program ini. Menurutnya, penerapan Daring Marketing mampu memperluas jangkauan pemasaran. Tentunya, berimbas pada peningkatan omzet penjualan.
“Sebelumnya kita hanya mengoptimalkan pemasaran di media sosial saja, dengan website khusus, konsumen bisa leluasa melihat seluruh produk kita dan kita pun bisa dengan cepat melakukan promosi ketika punya varian produk baru,” ungkap pria yang juga alumni Poliwangi ini.
PKM ini sengaja digelar Shinta beserta kedua rekannya sebagai bentuk pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi, poin ketiga. Yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat.
Sedang pemilihan produk Kopi Banyuwangi merupakan wujud kepedulian civitas akademik Poliwangi, terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif. Dan Daring Marketing adalah pemantik seluruh generasi milenial agar selalu mengikuti perkembangan jaman serta kemajuan teknologi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

