Advertisement
Ekonomi

Melalui Teknologi, PT Garam Diharapkan Penuhi Kebutuhan Pasar Industri

PT Garam diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pasar industri, hal itu agar kebijakan garam impor bisa ditekan.

TIMES Indonesia,
Melalui Teknologi, PT Garam Diharapkan Penuhi Kebutuhan Pasar Industri
Menteri Ristek Bambang Brodjonegoro saat meninjau gudang produksi garam industri di Manyar Gresik (Foto: Akmal/TIMES Indonesia)
A-AA+

GRESIK GRESIK - PT Garam diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pasar industri, hal itu agar kebijakan garam impor bisa ditekan.

Salah satu caranya adalah dengan mengembangkan mesin berteknologi tinggi. Ya, perusahaan pelat merah itu menggunakan teknologi pemurnian garam.

Advertisement

Dengan menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), PT Garam merampungkan pabrik dengan teknologi pemurnian dan pengolahan garam industri dengan kapasitas 40 ribu ton per tahun di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

PT-Garam-2.jpg

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan, penerapan teknologi pengolahan garam ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan garam industri.

Selama ini, kata Bambang, pemerintah pusat melakukan impor garam untuk memenuhi kebutuhan garam industri dalam negeri karena memang hal itu dibutuhkan. Garam untuk industri harus kualitasnya bagus serta kadar NHCl tinggi.

PT-Garam-3.jpg

"Kenyataan di lapangan garam rakyat saat panen harga jatuh dan di sisi lain ada garam impor impor industri. Ini akan menjadi permasalahan sosial," katanya saat komisioning garam industri terintegrasi di Pabrik PT Garam, Manyar Gresik, Jumat (20/12/2019).

Dengan teknologi yang digarap BPPT ini Bambang meyakini pemerintah bisa mulai mengurangi kebutuhan garam impor. Mesin ini, kata Bambang bisa memproduksi 40 ribu ton per tahun dengan kualitas tinggi.

Tak hanya di Pabrik Gresik, Bambang menambahkan menurut rencana teknologi ini akan dipakai oleh PT Garam diberbagai sentra garam. Sehingga, nantinya melalui teknologi ini, garam hasil budidaya petani bisa diserap.

PT-Garam-4.jpg

"Kita berupaya mengurangi kebutuhan impor garam industri, selama ini kebutuhan garam industri itu impor dari luar karena industri membutuhkan garam kualitas tinggi tak terpenuhi. Melalui mesin ini, garam rakyat bisa diolah kembali agar NHCl tinggi dan cocok jadi garam industri," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak berharap, PT Garam bisa memaksimalkan potensi garam rakyat yang ada di Pulau Madura Jawa Timur.

Dia pun mendorong, teknologi yang sama bisa dibangun di Pulau Madura, yang notabene banyak lahan garam rakyat serta potensi garam besar serta kualitas yang bagus.

"Yang seperti ini yang kita kejar terus. Tentunya semoga para petani rakyat seperti yang ada di Madura bisa terangkat. Serta garam dari petani bisa diserap," harap Emil, saat mendampingi Menristek RI kunjungan ke Gudang PT Garam, Gresik. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Akmalul Azmi
PenulisAkmalul AzmiSarjana Ilmu Komunikasi Universitas Trunojoyo Madura (2017). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia