Advertisement
Ekonomi

Solo Art Market Diproyeksikan Jadi Pusat Pasar Seni Solo Raya

Setelah sebelumnya disosialisasikan kepada pelaku banyak bidang seni di Solo Raya, Solo Art Market (SAM) secara resmi dibuka.

TIMES Indonesia,
Solo Art Market Diproyeksikan Jadi Pusat Pasar Seni Solo Raya
Solo Art Market di area pedestrian di dekat Omah Sinten, Ngarsopuro, Banjarsari, Solo. (Foto: Ario Bhawono/ TIMES Indonesia)
A-AA+

SOLO Setelah sebelumnya disosialisasikan kepada pelaku banyak bidang seni di Solo Raya, Solo Art Market (SAM) secara resmi dibuka, Minggu (8/3/2020).

Pembukaan SAM dilakukan di Omah Sinten, Ngarsopuro, Banjarsari, Surakarta bersama pelaku kreatif, pemerhati seni, seniman serta pejabat kecamatan dan kelurahan di Banjarsari.

Advertisement

SAM dibuka dengan aksi melukis bersama di atas kain putih berukuran 1 x 3 meter yang dilakukan seniman, wakil dari kecamatan, kelurahan, dan pelaku kreatif serta masyarakat pengunjung.

Launching juga diramaikan oleh seni pertunjukan, sesi fotografi model, happening art, karikatur on the spot, tatah sungging wayang kertas, aksi merajut, dan demo kreatif dari peserta lainnya.

Koordinator SAM, Heru Mattaya menerangkan, pembiayaan pasar seni ini merupakan hasil dari gotong royong para seniman dan pelaku kreatif lainnya. SAM diikuti 35 pelaku kreatif di Solo raya. Kehadiran puluhan peserta ini jadi hal paling penting dalam penyelenggaraan SAM.

‘’SAM adalah bentuk gotong-royong kita bersama untuk membangun pasar seni yang diharapkan bisa menjadi ruang publik budaya yang mampu menjadi daya tarik wisata Kota Solo di masa depan,’’ ujar Heru.

Diterangkan Heru, keberadaan SAM berawal dari kecintaan dan kepedulian terhadap budaya dan seni, serta untuk menghidupi para kreator yang bekerja di bidang seni, mengangkat eksistensi dan kontribusi seniman dan pelaku industri kreatif di Solo raya.

Advertisement

‘’Selain itu konsep SAM sebagai ruang kreatif berupa pasar seni yang unik dan apik dibuat untuk menunjukkan eksistensi industri kreatif sehingga dapat menarik wisatawan dan menjadi destinasi wisata di Solo," jelas Heru.

"Melalui produk yang dijual bersifat mass product berupa karya buatan tangan dengan jumlah produk terbatas dan memorabilia seperti souvenir yang mudah dibawa. Karya yang dijual digarap dengan kemasan yang serius, unik, sebagai produk kenangan,’’ tambahnya.

Nantinya, Solo Art Market akan jadi pusat pasar seni di Solo Raya yang digelar rutin setiap Sabtu mulai jam 09.00 - 17.00 WIB di lokasi sekitar pedestrian Omah Sinten, Ngarsopuro. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

A
PenulisArio Bhawono (MG-208) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia