Advertisement
Ekonomi

Indonesia Bersiap Menghadapi Bayang-Bayang Krisis Moneter

Suasana krisis global yang menghantui ekonomi dunia kini benar-benar terjadi pasca adanya perang dagang antara AS-China dan diperparah dengan munculnya Virus Corona.

TIMES Indonesia,
Indonesia Bersiap Menghadapi Bayang-Bayang Krisis Moneter
Pakar Ekonomi Surabaya, Dr. J.F.X. Susanto Soekirman, Ir., M.M, Surabaya. (FOTO: Farida Umami Ramadhansi/ TIMES Indonesia)
A-AA+

SURABAYA Suasana krisis global yang menghantui ekonomi dunia kini benar-benar terjadi pasca adanya perang dagang antara AS-China dan diperparah dengan munculnya Virus Corona.

Sebab, Indonesia menjadi salah satu negara yang tidak bisa lepas dari impor. Sedangkan jika kondisi dunia tetap seperti hari ini maka impor yang biasa dilakukan tidak akan berjalan.

Advertisement

Kondisi tersebut diprediksi oleh para pakar akan sangat berpengaruh bagi perekonomian Indonesia. Sehingga bisa menimbulkan multiplier effect. Ibarat sebuah domino, jika salah satu balok dijatuhkan maka balok lainnya akan berguguran. Hal yang saat ini terjadi dengan perekonomian Indonesia.

Pakar ekonomi Dr. J.F.X. Susanto Soekirman, Ir., M.M menyatakan bahwa bukan tidak mungkin apabila keadaan rupiah terus melemah dan pertumbuhan ekonomi terus turun maka keadaan ekonomi di Indonesia akan kacau.

Pelemahan ekonomi Indonesia terjadi hampir pada semua sektor khususnya pariwisata. Santo menjelaskan bahwa banyak pekerja yang menjadi tour guide di Bali keluar dari pekerjaan dan harus banting setir di sektor lain.

“Kalau sekarang mungkin memang belum terasa, tapi nanti kalau ini terus menerus berkelanjutan satu sampai dua bulan ke depan pertumbuhan ekonomi pasti akan menurun lagi,” ujar Dr. J.F.X. Susanto Soekirman, Ir., M.M, kepada TIMES Indonesia, Senin (9/3/2020).

Edisi-Senin-krisis-globalbaru-2020.jpg

Santo menjelaskan kekhawatirannya, jika pertumbuhan ekonomi di Indonesia terus turun di bawah 5 persen. Setelah BI secara resmi mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia turun 1persen.

Selain pertumbuhan ekonomi, stock market yang sebelumnya di awal tahun berjumlah 6200 kini turun 5500. Angka rupiah per hari ini (9/3/2020) anjlok 1 peresen dan terburuk di Asia.

Santo menegaskan bahwa secara makro ekonomi Indonesia sebenarnya tidak kuat. Karena jika sebuah negara itu kuat ketika ada sebuah goncangan maka nilai rupiah tidak akan beda jauh dengan dollar. Sedangkan sampai hari ini nilai rupiah terus melemah.

“Cadangan negara kita mungkin hanya US$ 120 sampai 130 miliar. Sedangkan China memiliki cadangan devisa sebanyak US$ 4 triliun," sambung Santo.

Jika Indonesia mengalami goncangan rata-rata per hari nilai uang yang keluar bisa mencapai US$ 3 sampai 5 miliar dengan cadangan yang hanya US$ 120 sampai 130 miliar.

"Padahal saat ini belum bisa diprediksi krisis global yang terjadi akan bertahan sampai berapa lama," tandas pakar ekonomi ini menanggapi bayang-bayang krisis moneter pada 2021 mendatang akibat adanya perang dagang antara AS-China dan diperparah dengan munculnya Virus Corona. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

F
PenulisFarida Umami Ramadhansi (MG-234) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia