Wabah Covid-19 Tak Patahkan Pengrajin Daun Lontar di Sumba Timur
Meski wabah virus Corona (Covid-19) juga terjadi di wilayahnya, sejumlah pengrajin daun lontar di Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai, Kabupaten

SUMBA TIMUR – Meski wabah virus Corona (Covid-19) juga terjadi di wilayahnya, sejumlah pengrajin daun lontar di Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur NTT tetap meningkatkan produksi kerajinan barang mereka.
“Saya sudah dua tahun lebih bekerja sebagai pengrajin. Walaupun di tengah pendemi saat ini, saya tetap tnigkatkatkan usaha kerajinan ini untuk menghidupi kebutuhan keluarga saya,” ujar Marince Ratu, seorang janda dengan lima orang anak saat ditemui TIMES Indonesia, Senin (11/5/2020).
Marince mengungkapkan, dari daun lontar yang ada,dia bisa membuat sejumlah produk mulai dari sapu lidi, nyiru, topi, tempat sirih pinang, piring dan lainnya.
Menurutnya, kerajinan daun lontar ini sudah jadi usaha turun temurun dari orang tuanya. "Jadi kerajinan daun lontar ini saya diajarkan dari orang tua saya. Sampai sekarang saya jalankan usaha ini dan saya juga bekerja seperti ini tanpa modal usaha dari pemerintah maupun Bank. Hanya saja modal dasarnya ada daun lontar disini,” katanya.
Marince berharap, wabah pandemi Covid-19 ini bisa menggugah pemerintah setempat untuk memberi dukungan baik berupa bantuan modal dan pemasaran agar pengrajin daun lontar di Sumba Timur bisa meningkat lagi. “Untuk usaha ini tentunya saya membutuhkan modal, kalau produksi kerajinan banyak cuma tempat memasarkan masih darurat, mudah-mudahan kalau ada bantuan saya akan bangun khusus tempat jualan di sini,” ucap Marince Ratu. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


