Advertisement
Ekonomi

Tips UMKM untuk Meminimalisir Terjadinya PHK di Tengah Covid-19

Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak tiga bulan yang lalu kini membuat sektor perekonomian merasakan imbasnya. Menanggapi hal tersebut, UKM LPPM Universitas Ciputra (UC) Surabaya bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UC menggelar a

TIMES Indonesia,
Tips UMKM untuk Meminimalisir Terjadinya PHK di Tengah Covid-19
Webinar melalui aplikasi Zoom Meeting dengan membahas tips meninimalkan PHK di masa pandemi Covid-19 bagi UMKM. (Foto: Tangkapan Layar Zoom Meeting)
A-AA+

SURABAYA Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak tiga bulan yang lalu kini membuat sektor perekonomian merasakan imbasnya. Menanggapi hal tersebut, UKM LPPM Universitas Ciputra (UC) Surabaya bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UC menggelar acara webinar melalui aplikasi Zoom Meeting dengan membahas tips meninimalkan PHK di masa pandemi Covid-19 bagi UMKM.

Dalam hal ini, Welly Trilaksono selaku Biro Perekonomian Pemprov Jatim memaparkan, PHK terjadi karena suatu perusahaan tidak ada pesanan seperti pada saat situasi normal. 

Advertisement

"Terutama di bidang pariwisata ini yang angka PHK-nya paling banyak," terang Welly, Senin (8/6/2020). 

Hal tersebut ditanggapi oleh Owner PT. Asuka Engginering Indonesia Alfan Wahyudin. Sebagai pelaku usaha, Alfan mengaku perusahaan harus mengikuti dan memahami kondisi yang terjadi saat ini.

Namun demikian, Alfan telah mengarahkan sejumlah 473 karyawan untuk menerapkan protokol kesehatan sejak pandemi Covid-19 belum terjadi di Indonesia. Dengan itu, perusahaan masih bisa memenuhi operasional yang mencukupi meskipun tidak 100 persen.

Webinar-melalui-aplikasi-Zoom-Meeting-b.jpg

"Jadi ketika adanya virus Covid-19 kita sudah membuat beberapa kemungkinan plan a dan b. Kalau terkena krisis sih terkena, tetapi kita bisa melakukan efisiensi dan transformasi dengan cepat sehingga kita di awal Juni ini sudah mulai kembali ke arah normal meskipun belum 100 persen. Tetapi paling tidak bisa memenuhi kebutuhan operasional seperti gaji dan THR," ungkap Alfan saat memaparkan materinya dalam Webinar, Senin (8/6/2020).

Advertisement

Sebagai owner suatu perusahaan, Alfan memiliki langkah untuk meminimalisir angka PHK di Indonesia pada masa pandemi Covid-19 sebagai berikut. 

1. Review pemasukan dan potensi pemasukan

2. Review pengeluaran dan potensi pemotonfan biaya

3. Tiadakan jam lembur dan bekerja dengan sistem gantian

4. Bekerja dengan Work From Home

5. Berhentikan karyawan yang tidak loyal dan tidak produktif

6. Cut off pengeluaran yang tidak penting

7. Tunda investasi

"Semua harus memahami dan mengerti kondisi kalau kita paksakan seperti normal maka perusahaan tidak mampu," terang Alfan.

Hal tersebut serupa dengan Dr. Dra. Tina Melinda., M.M., CPM selaku Pakar Human Resource Management Universitas Ciputra memberikan sejumlah tips bagi pengusaha untuk survive di tengah pandemi Covid-19.

"Tips pertama harus adanya kejujuran dan transparan pada karyawan dengan keadaan, kemudian menentukan strategi bisnis, dan terakhir mengarahkan karyawan sesuai kondisi saat ini," tutur Tina.

Kendati demikian, Tina juga memaparkan upaya yang dapat dilakukan oleh pelaku usaha agar perusahaan tetap berjalan di tengah pandemi Covid-19, diantaranya:

1. Mengurangi gaji/ fasilitas pekerja level atas

2. Mengurangi shift

3. Membatasi/ menghapus kerja lembur

4. Mengurangi jam kerja

5. Mengurangi hari kerja

6. Meliburkan secara bergilir untuk sementara waktu

7.tidak memperpanjang kontrak bagi pekerja yang sudah habis masa kontraknya

8. Memberikan pensiun bagi yang sudah memenuhi syarat

Tina juga memaparkan beberapa tips kepada pengusaha agar meminimalisir angka PHK di Indonesia.

"Jadi dengan kita diskusi bipartite, menyusun kebijakan ketenagakerjaan, memantau program bantuan dari pemerintah, serta melakukan dialog tripatit itu upaya yang dapat dilakukan untuk menghindari atau meminimalkan PHK," terang Tina. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia